Kamis, 19 Juni 2014

Adios españa!

Australia 2                          –                            3 Netherlands
Tim Cahill ’21                                                   Arjen Robben ‘20
Mile Jedinak ‘54 (p)                                        Robin van Persie ‘58
                                                                           Memphis Depay

Di luar dugaan, Australia memberikan perlawanan sengit saat menghadapi Belanda di pertandingan ke dua mereka di babak penyisihan Grup B.

Spain 0                 –             2 Chile
                                             Eduardo Vargas ’20
                                             Charles Aránguiz ‘43

Sediihh… Adios españa!
Kutukan juara bertahan.


:
Pencetak gol terbanyak sementara:
3
Thomas Muller (Germany)
Van Persie, Robben (Netherlands)

2
Neymar (Brazil)
Karim Benzema (France)
Tim Cahill (Australia)
Mario Mandzukic (Croatia)

1
Oscar (Brazil)
Peralta (Mexico)
Xabi Alonso (Spain)
De Virjk, Memphis Depay (Netherlands)
Alexis Sanchez, Valdivia, Beausoujour (Chile)
Teófilo Gutiérrez, James Rodríguez, Pablo Armero (Colombia)
Edinson Cavani (Uruguay)
Joel Campbell, Óscar Duarte, Marco Ureña (Costa Rica)
Marchisio, Balotelli (Italy)
Sturridge (England)
Keisuke Honda (Japan)
Wilfried Bony, Gervinho (Ivory Coast)
Enner Valencia (Ecuador)
Admir Mehmedi, Haris Seferovic (Switzerland)
Lionel Messi (Argentina)
Ibisevic (Bosnia-Herzegovina)
Matt Hummels (Germany)
Clint Dempsey, John Brook jr (USA)
Andre Ayew (Ghana)
Sofiane Feghouli (Algeria)
Marouane Fellaini, Dries Mertens (Belgium)
Lee Keunho (South Korea)
Alexander Kerzhakov (Russia)
Ivica Olic, Ivan Perisic (Croatia)
Mile Jedinak (Australia)


55 gol dicetak 45 pemain dari 26 tim/negara.

Brazil - Mexico, Croatia - Cameroon

Brazil 0                 –             0 Mexico
Dua tim Amerika Latin ini sama-sama bermain ngotot. Setelah sama-sama memenangkan pertandingan perama mereka, baik Brazil dan Mexico berusaha mendapatkan tiket mereka ke babak 16 besar. Tim tuan rumah tampak cukup kewalahan menghadapi Chicarito dkk. Meski saling menyerang selama 90 menit, namun pertandingan berakhir imbang tanpa gol.

Croatia 4             –             0 Cameroon
Ivica Olic ‘11
Ivan Perisic ‘48
Mario Mandzukic ’61, ‘73

Pembantaian kembali terjadi di babak penyisihan grup. Kali ini giliran Croatia yang membantai Cameroon dengan 4 gol tanpa balas.


Dengan kemenangan telak Croatia atas Cameroon dan hasil imbang yang diterima Brazil dan Mexico, persaingan di grup A untuk lolos ke babak 16 besar menjadi semakin ketat.
Cameroon sudah dipastikan tersingkir sehingga di pertandingan terakhir nanti mereka tidak memiliki beban.
Sementara Brazil, Mexico, dan Croatia masih sama-sama berpeluang untuk meneruskan ke babak 16 besar.
Di pertandingan berikutnya, Brazil akan menghadapi Cameroon yang sudah tidak punya kans untuk lolos. Sementara Mexico akan berhadapan dengan Croatia, yang mungkin akan menjadi laga yang lebih berat bagi kedua tim, karena keduanya sama-sama masih berpeluang untuk lolos.
Bagi Brazil, hanya dibutuhkan hasil seri untuk lolos ke babak 16 besar. Karena dengan 4 poin yang sudah dikantongi, hasil imbang akan membuat Brazil mendapatkan 5 poin. Sementara kemungkinan hasil pertandingan Croatia dengan Mexico hanya ada 3:

1. Croatia menang --> Croatia 6, Brazil 5, Mexico 4, Cameroon 1
2. Croatia - Mexico seri --> Mexico 5, Brazil 5, Croatia 4, Cameroon 1
3. Mexico menang --> Mexico 7, Brazil 5, Croatia 3, Cameroon 1

Bahkan bila kalah dari Cameroon pun, Brazil masih memiliki kans yang sangat besar untuk tetap lolos ke babak 16 besar.

Namun, pertandingan melawan Cameroon bukan pertandingan tanpa beban bagi Brazil. Brazil tidak cukup hanya lolos ke babak 16 besar. Mereka harus berusaha lolos sebagai juara grup, karena mereka pasti berusaha menghindari bertemu dengan Belanda, yang kemungkinan besar akan menjadi juara grup B.

Pencetak gol terbanyak sementara:
3
Thomas Muller (Germany)

2
Neymar (Brazil)
Van Persie, Robben (Netherlands)
Karim Benzema (France)
Mario Mandzukic (Croatia)

1
Oscar (Brazil)
Peralta (Mexico)
Xabi Alonso (Spain)
De Virjk (Netherlands)
Alexis Sanchez, Valdivia, Beausoujour (Chile)
Tim Cahill (Australia)
Teófilo Gutiérrez, James Rodríguez, Pablo Armero (Colombia)
Edinson Cavani (Uruguay)
Joel Campbell, Óscar Duarte, Marco Ureña (Costa Rica)
Marchisio, Balotelli (Italy)
Sturridge (England)
Keisuke Honda (Japan)
Wilfried Bony, Gervinho (Ivory Coast)
Enner Valencia (Ecuador)
Admir Mehmedi, Haris Seferovic (Switzerland)
Lionel Messi (Argentina)
Ibisevic (Bosnia-Herzegovina)
Matt Hummels (Germany)
Clint Dempsey, John Brook jr (USA)
Andre Ayew (Ghana)
Sofiane Feghouli (Algeria)
Marouane Fellaini, Dries Mertens (Belgium)
Lee Keunho (South Korea)
Alexander Kerzhakov (Russia)
Ivica Olic, Ivan Perisic (Croatia)


50 gol dicetak 43 pemain dari 26 tim/negara.

Os Estadios da Copa Mondial: part 3


9.      Estadio Castelão, Fortaleza
Kapasitas: 67,037 orang
Digunakan pada pertandingan:
-        Penyisihan Group D Uruguay vs Costa Rica, June 15, 2014
-        Penyisihan Group A Brazil vs Mexico, June 18, 2014
-        Penyisihan Group G Germany vs Ghana, June 22, 2014
-        Penyisihan Group C Greece vs Ivory Coast, June 25, 2014
-        Babak 16 besar Juara Group B vs Runners-up Group A, June 30, 2014
-        Babak perempat final antara pemenang Juara A vs RU B dengan pemenang Juara C vs RU D, July 5, 2014




Estádio Plácido Aderaldo Castelo, disebut juga sebagai Castelão (pelafalan dalam bahasa Portugis: [kasteˈlɐ̃w]) atau Gigante da Boa Vista, merupakan sebuah stadion sepak bola yang terletak di Fortaleza, Ceará, Brasil. Memiliki kapasitas 67.037 kursi. Dipakai untuk pertandingan sepak bola dan digunakan sebagai tuan rumah pertandingan selama Piala Dunia 2014.
Stadion ini merupakan markas klub Ceará dan Fortaleza.

10.      Estadio Mineirão, Belo Horizonte
Kapasitas: 72,000 orang
Digunakan pada pertandingan:
-        Penyisihan Group C Colombia vs Greece, June 15, 2014
-        Penyisihan Group H Belgium vs Algeria, June 18, 2014
-        Penyisihan Group F Argentina vs Iran, June 22, 2014
-        Penyisihan Group D Costa Rica vs England, June 25, 2014
-        Babak 16 besar Juara Group A vs Runners-up Group B, June 30, 2014
-        Babak semifinal pertama, July 9, 2014

...

Mineirão (pelafalan dalam bahasa Portugis: [minejˈɾɐ̃w]), secara resmi Estádio Governador Magalhães Pinto (Stadion Gubernur Magalhães Pinto) didirikan pada tahun 1965 dan berlokasi di Belo Horizonte, adalah stadion sepak bola terbesar di negara bagian Minas Gerais, Brasil, dan kedua terbesar di negara tersebut setelah Stadion Maracanã. Stadion ini akan menjadi tuan rumah sejumlah pertandingan pada Piala Konfederasi FIFA 2013, Piala Dunia FIFA 2014, dan Olimpiade Musim Panas 2016 yang akan diselenggarakan di Brasil.[2] Cruzeiro memainkan pertandingan kandangnya di Mineirão, dan penggemarnya menyebut stadion ini sebagai Toca da Raposa III (Liang Serigala 3).
Rekor kehadiran penonton terbesar adalah 132.834 orang pada tahun 1997 dalam pertandingan antara Cruzeiro dan Villa Nova pada pertandingan final liga setempat. Dalam pertandingan ini, wanita dan anak-anak tidak membayar, sebagaimana kebiasaan pada saat itu untuk pertandingan yang dimainkan di stadion ini. Total penonton yang membayar 74.857 orang, sementara terdapat 56.618 wanita dan anak-anak yang masuk dengan gratis. Untuk alasan keamanan, dan atas imposisi FIFA, kapasitas Mineirão diturunkan menjadi 72.000 orang.

11.      Estadio Mane Garrincha, Brasilia
Kapasitas: … orang
Digunakan pada pertandingan:
-        Penyisihan Group E Switzerland vs Ecuador, June 17, 2014
-        Penyisihan Group C Colombia vs Ivory Coast, June 20, 2014
-        Penyisihan Group A Brazil vs Cameroon, June 24, 2014
-        Penyisihan Group G Portugal vs Ghana, June 27, 2014
-        Babak 16 besar Juara Group E vs Runners-up Group F, July 1, 2014
-        Babak perempat final antara pemenang Juara F vs RU E dengan pemenang Juara H vs RU G, July 6, 2014
-        Babak perebutan juara 3, July 13, 2014


12.      Estadio Maracana, Rio de Janeiro
Kapasitas: 96,000 orang
Digunakan pada pertandingan:
-        Penyisihan Group F Argentina vs Bosnia-Herzegovina, June 16, 2014
-        Penyisihan Group B Spain vs Chile, June 19, 2014
-        Penyisihan Group H Belgium vs Russia, June 23, 2014
-        Penyisihan Group E Ecuador vs France, June 26, 2014
-        Babak 16 besar Juara Group C vs Runners-up Group D, June 29, 2014
-        Babak perempat final antara pemenang Juara E vs RU F dengan pemenang Juara G vs RU H, July 5, 2014
-        Final, July 14, 2014, Brazil vs Italy, yang menang Brazil….hohohohoho…ngareeeppp!!


Nah!
Kalo yang ini udah pada tau doong…
Stadion ini memiliki sejarah yang sangatlah penting! Ya! Di sinilah, final Piala Dunia 1950, antara Brazil yang pada saat itu juga menjadi tuan rumah, melawan Uruguay. Siapa pemenang Piala Dunia 1950? Yep! Tepat sekali! Uruguay, pemirsa!!
Pada final tanggal 16 Juli 1950 itu, Brazil harus bertekuk lutut 1 – 2 atas lawannya, Uruguay. Sedih banget kaan! Udah ngadain di kandang sendiri, di final kalah sama tamu. Kalo tuan rumah lain sih nggak papa kalah. Tapi ini Brazil! Waahh… pada saat itu rakyat Brazil sediiiih banget berlarut-larut. Bahkan konon, sampai tahun 1970-an pun pemain-pemain bintang Brazil veteran Piala Dunia 1950 masih mendapat perlakuan tidak ramah dari beberapa orang di sekitar mereka.
Kasian ya. Padahal, kalau dipikir, Brazil pada saat itu juga belum jadi tim jagoan. Tahun 1950 itu Brazil memang belum pernah juara lho. Mereka kan juara pertama kali baru di tahun 1958. Di Piala Dunia pertama di Uruguay tahun 1930, mereka lolos penyisihan grup aja nggak. Di Piala Dunia 1934, mereka baru tanding sekali, langsung kalah sama Spanyol (waktu itu nggak ada babak penyisihan). Baru di Piala Dunia 1938, mereka akhirnya dapet gelar juara 3, udah lumayan lah. Setelah itu Perang Dunia ke dua pecah, dan Piala Dunia baru diadakan lagi tahun 1950 itu.
Mungkin karena 2 dari 3 Piala Dunia sebelumnya dimenangkan tim tuan rumah, maka ekspektasi rakyat Brazil pada saat mereka menjadi tuan rumah di Piala Dunia 1950 jadi berlebihan.

Nah, kembali ke Piala Dunia 2014 ini, rupanya sampai sekarang pun rakyat Brazil masih dihantui kekalahan menyakitkan di final tahun 1950 itu. Dan final Piala Dunia 2014 ini pun sengaja kembali diselenggarakan di Maracana. Selain karena kapasitas stadionnya emang gede banget sih. Liat kan kapasitas stadion-stadion yang sudah dibahas sebelumnya? Bandingkan dengan Maracana yang mampu menampung 96,000 penonton!


Waahh kayaknya bakal keren banget nih kalo sampe finalnya lagi-lagi Brazil berhadapan dengan Uruguay. Gimana menurut kalian?

Rabu, 18 Juni 2014

Babak Penyisihan, Group H: Belgium - Algeria, South Korea - Russia

Belgium 2                           –                            1 Algeria
Marouane Fellaini ’70                     Sofiane Feghouli ’25 (p)
Dries Mertens ‘80

Russia 1                              –                            1 South Korea
Alexander Kerzhakov ’74                              Lee Keunho ‘68



Pencetak gol terbanyak sementara:
3
Thomas Muller (Germany)

2
Neymar (Brazil)
Van Persie, Robben (Netherlands)
Karim Benzema (France)

1
Oscar (Brazil)
Peralta (Mexico)
Xabi Alonso (Spain)
De Virjk (Netherlands)
Alexis Sanchez, Valdivia, Beausoujour (Chile)
Tim Cahill (Australia)
Teófilo Gutiérrez, James Rodríguez, Pablo Armero (Colombia)
Edinson Cavani (Uruguay)
Joel Campbell, Óscar Duarte, Marco Ureña (Costa Rica)
Marchisio, Balotelli (Italy)
Sturridge (England)
Keisuke Honda (Japan)
Wilfried Bony, Gervinho (Ivory Coast)
Enner Valencia (Ecuador)
Admir Mehmedi, Haris Seferovic (Switzerland)
Lionel Messi (Argentina)
Ibisevic (Bosnia-Herzegovina)
Matt Hummels (Germany)
Clint Dempsey, John Brook jr (USA)
Andre Ayew (Ghana)
Sofiane Feghouli (Algeria)
Marouane Fellaini, Dries Mertens (Belgium)
Lee Keunho (South Korea)
Alexander Kerzhakov (Russia)


46 gol dicetak 40 pemain dari 25 tim/negara.

Babak Penyisihan, Group G: Germany - Portugal, Ghana - USA

Germany 4                                        –                            0 Portugal
Thomas Muller ’12 (p), ‘45+1, ’78
Mats Hummels ‘32

Anjir! Jelek banget! Portugal dibantai abis-abisan, Pepe katro, dikartumerah. Tapi seru sih ada drama-drama gimana gitu. Aduh maaf ya jadi ngasal banget gini postingannya, udah mulai keteteran.

Ghana 1               –             2 USA
Andre Ayew ‘82                 Clint Dempsey ‘1, John Brooks, jr ‘86



Pencetak gol terbanyak sementara:
3
Thomas Muller (Germany)

2
Neymar (Brazil)
Van Persie, Robben (Netherlands)
Karim Benzema (France)

1
Oscar (Brazil)
Peralta (Mexico)
Xabi Alonso (Spain)
De Virjk (Netherlands)
Alexis Sanchez, Valdivia, Beausoujour (Chile)
Tim Cahill (Australia)
Teófilo Gutiérrez, James Rodríguez, Pablo Armero (Colombia)
Edinson Cavani (Uruguay)
Joel Campbell, Óscar Duarte, Marco Ureña (Costa Rica)
Marchisio, Balotelli (Italy)
Sturridge (England)
Keisuke Honda (Japan)
Wilfried Bony, Gervinho (Ivory Coast)
Enner Valencia (Ecuador)
Admir Mehmedi, Haris Seferovic (Switzerland)
Lionel Messi (Argentina)
Ibisevic (Bosnia-Herzegovina)
Matt Hummels (Germany)
Clint Dempsey, John Brook jr (USA)
Andre Ayew (Ghana)

41 gol dicetak 35 pemain dari 21 tim/negara.

Babak Penyisihan, Group F: Argentina - Bosnia-H, Iran - Nigeria

Argentina 2         –             1 Bosnia Herzegovina
Kolasinac ‘3 (og)               Ibisevic ‘86
Messi ‘65

Baru tiga menit bermain, gol bagi Argentina sudah tercipta akibat bunuh diri yang dilakukan oleh Kolasinac, menyambut tendangan bebas yang dilakukan Lionel Messi.
Meskipun begitu, kegigihan Bosnia Herzegovina sepanjang pertandingan ini sungguh layak mendapat acungan jempol. Argentina, yang bisa dikatakan satu-satunya tim unggulan di Grup F, mendapatkan perlawanan yang sengit dari Bosnia Herzegovina. Walaupun tidak diunggulkan, namun Bosnia Herzegovina cukup bisa mengimbangi permainan Argentina.
Setelah terjadinya gol bunuh diri, pemain Bosnia Herzegovina tampak merapatkan pertahanannya. Bahkan, setiap kali Argentina melakukan serangan, Bosnia Herzegovina menempatkan hampir seluruh pemainnya di barisan belakang. Motor serangan Argentina, Lionel Messi, tampak frustrasi dikawal tiga orang pemain lawan yang selalu mematahkan serangan-serangan yang dilancarkan Argentina.
Bosnia Herzegovina berusaha memanfaatkan serangan-serangan balik, dan sempat terjadi beberapa peluang. Sayangnya, sampai berakhirnya babak pertama, Bosnia Herzegovina belum bisa membalas ketinggalan mereka.
Di babak ke-2, terciptalah gol yang sangat cantik di menit ke-65 oleh Lionel Messi. Dengan kerjasama yang baik sekali, Messi akhirnya bisa menembus pengawalan ketat yang dilakukan pemain Bosnia Herzegovina. Gol itu membuat kedudukan menjadi 2-0 bagi Argentina.
Namun Bosnia Herzegovina tidak menyerah begitu saja. Mereka terus membalas serangan-serangan Argentina, sampai pada akhirnya, gol Ibisevic di menit ke-86 berhasil memperkecil ketinggalan Bosnia Herzegovina.

Iran 0 – 0 Nigeria

Iran vs Nigeria hasilnya seri, nggak ada gol, gue nggak nonton pula. Jadi bingung mau nulis apa.


Pencetak gol terbanyak sementara:
2
Neymar (Brazil)
Van Persie, Robben (Netherlands)
Karim Benzema (France)

1
Oscar (Brazil)
Peralta (Mexico)
Xabi Alonso (Spain)
De Virjk (Netherlands)
Alexis Sanchez, Valdivia, Beausoujour (Chile)
Tim Cahill (Australia)
Teófilo Gutiérrez, James Rodríguez, Pablo Armero (Colombia)
Edinson Cavani (Uruguay)
Joel Campbell, Óscar Duarte, Marco Ureña (Costa Rica)
Marchisio, Balotelli (Italy)
Sturridge (England)
Keisuke Honda (Japan)
Wilfried Bony, Gervinho (Ivory Coast)
Enner Valencia (Ecuador)
Admir Mehmedi, Haris Seferovic (Switzerland)
Lionel Messi (Argentina)
Ibisevic (Bosnia-Herzegovina)


34 gol dicetak 30 pemain dari 18 tim/negara.

Minggu, 15 Juni 2014

Babak Penyisihan, Grup E: Switzerland - Ecuador, France - Honduras

Switzerland 2                     –             1 Ecuador
Admir Mehmedi ’48                        Enner Valencia ‘22
Haris Seferovic ‘90+3


France 3                              –                            0 Honduras
Karim Benzema ’45 (p), ‘72
Noel Valladares ’48 (og)

Walaupun Prancis tampil agresif dan menguasai pertandingan, hampir tidak ada gol yang tercipta di babak pertama. Setelah bermain imbang sampai babak pertama hampir selesai, di akhir babak Karim Benzema sukses mengeksekusi hadiah penalty yang membuat kedudukan menjadi 1 – 0 bagi Prancis. Di babak ke dua, tim asuhan mantan bintang Prancis 1998, Didier Deschamps, bermain lebih agresif lagi. Di menit ke-48, gol bagi Prancis kembali terjadi, kali ini diakibatkan gol bunuh diri yang dilakukan pemain Honduras Noel Valladares. Pada menit ke-72, akhirnya Prancis menambah perolehan gol mereka melalui gol Karim Benzema.


Pencetak gol terbanyak sementara:
2
Neymar (Brazil)
Van Persie, Robben (Netherlands)
Karim Benzema (France)

1
Oscar (Brazil)
Peralta (Mexico)
Xabi Alonso (Spain)
De Virjk (Netherlands)
Alexis Sanchez, Valdivia, Beausoujour (Chile)
Tim Cahill (Australia)
Teófilo Gutiérrez, James Rodríguez, Pablo Armero (Colombia)
Edinson Cavani (Uruguay)
Joel Campbell, Óscar Duarte, Marco Ureña (Costa Rica)
Marchisio, Balotelli (Italy)
Sturridge (England)
Keisuke Honda (Japan)
Wilfried Bony, Gervinho (Ivory Coast)
Enner Valencia (Ecuador)
Admir Mehmedi, Haris Seferovic (Switzerland)


32 gol dicetak 28 pemain dari 16 tim/negara.