Tampilkan postingan dengan label belgium. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label belgium. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 05 Juli 2014

Quarter Final, 3rd Match: Argentina vs Belgium

Argentina 1 - 0 Belgium
Gonzalo Higuain '8

Pada awal babak pertama Argentina langsung menggebrak lewat gol Gonzalo Higuain di menit ke-8. Setelah itu Argentina masih melancarkan serangan demi serangan ke pertahanan Belgia. Namun semakin mendekati waktu istirahat, pertandingan semakin lamban dan membosankan.

Di babak ke-2, Argentina kembali menggebrak melalui serangan-serangan yang berbahaya. Tapi tidak tercipta satu gol pun baik dari Argentina maupun Belgia, dan akhirnya pertandingan berakhir dengan kemenangan Argentina 1 - 0.

Pertandingan ini memperpanjang daftar kemenangan Argentina sepanjang Piala Dunia 2014 ini. Sejauh ini, Argentina menjadi satu-satunya tim yang belum pernah meraih hasil seri, kalah, ataupun harus melalui adu penalty. Argentina menjadi tim ke tiga yang sudah memastikan satu tempat di semifinal.

Kamis, 03 Juli 2014

Tim-tim Perempat Final Piala Dunia 2014

Tidak terasa, Piala Dunia sudah memasuki babak perempat final. Dari 32 tim peserta Piala Dunia, sudah tersaring menjadi tinggal 8 tim. Semuanya adalah juara dari masing-masing grup di babak penyisihan grup.


Kedelapan tim yang lolos ke perempat final merupakan tim-tim tangguh yang mayoritas langganan Piala Dunia. Untuk menuju ke perempat final, mereka pun telah melalui pertandingan-pertandingan yang sangat berat dengan tim-tim yang juga luar biasa gigih.

Dari kedelapan peserta perempat final, mungkin banyak yang menjagokan Jerman, Belanda, Prancis, Argentina, dan Brazil, terutama karena nama besar dan bintang-bintang lapangan yang bertaburan di sana. Tapi apakah statistik mengatakan bahwa Jerman, Belanda, Prancis, Argentina, dan Brazil lebih baik daripada Colombia, Belgia, dan Costa Rica?

Mari kita review statistik sejak babak penyisihan grup sampai babak perdelapan final atau babak 16 besar.

Pertama, bagaimanakah sepak terjang mereka selama babak penyisihan grup dan 16 besar?

1. Colombia:
- meraih poin penuh 9 di penyisihan grup (menang 3 dari 3 pertandingan)
- menang 2 - 0 di 16 besar, tanpa extra time, tanpa kontroversi, tanpa own goal dari lawan

2. Argentina:
- meraih poin penuh 9 di penyisihan grup (menang 3 dari 3 pertandingan)
- menang 1 - 0 di 16 besar, dengan extra time, tanpa kontroversi

3. Belgium:
- meraih poin penuh 9 di penyisihan grup (menang 3 dari 3 pertandingan)
- menang 2 - 1 di 16 besar, dengan extra time, tanpa kontroversi

4. Netherlands:
- meraih poin penuh 9 di penyisihan grup (menang 3 dari 3 pertandingan)
- menang 2 - 1 di 16 besar, tanpa extra time, dengan hadiah penalty kontroversi

5. France:
- meraih 7 poin (menang dua kali dan seri sekali) di penyisihan grup
- menang 2 - 0 di 16 besar, tanpa extra time, tanpa kontroversi, dengan own goal dari lawan

6. Germany

- meraih 7 poin (menang dua kali dan seri sekali) di penyisihan grup
- menang 2 - 1 di 16 besar, dengan extra time, tanpa kontroversi

7. Brazil:
- meraih 7 poin (menang dua kali dan seri sekali) di penyisihan grup
- menang adu penalty di 16 besar, tanpa kontroversi

8. Costa Rica:
- meraih 7 poin (menang dua kali dan seri sekali) di penyisihan grup
- menang adu penalty di 16 besar, tanpa kontroversi

Kalau dilihat dari sepak terjang kedelapan tim, ternyata sejauh ini Colombia yang rekornya cukup mengesankan. Melibas lawan-lawannya di babak penyisihan grup, Colombia lolos sebagai juara grup C dengan mengantongi poin penuh. Lalu di babak 16 besar, Colombia bisa dibilang sebagai tim yang kemenangannya paling mutlak. Kenapa? Karena, dari delapan tim, hanya ada tiga tim yang memenangkan pertandingan mereka di babak 16 besar tanpa extra time dan adu penalty, yaitu Colombia, Belanda, dan Prancis. Tapi gol ke dua Prancis adalah bunuh diri pemain lawan, sementara Belanda lebih parah lagi. Gol ke dua Belanda adalah hasil dari penalty kontroversial yang dihadiahkan wasit karena Arjen Robben melakukan diving di kotak penalty.
Brazil yang sangat diunggulkan, justru hanya bisa menang melalui adu penalty. Begitu juga dengan Costa Rica. Lalu Jerman dan Argentina, yang diperkirakan akan bisa melalui Algeria dan Switzerland dengan mudah, ternyata perlu extra time untuk memenangkan pertandingan. Begitu juga dengan Belgia.

Sementara itu, kalau dilihat dari babak penyisihan grup, 50% dari tim yang lolos ke perempat final, meraih poin penuh di babak penyisihan grup. 50% itu, selain Colombia, adalah Argentina, Belanda, dan Belgia. Jadi justru tim seperti Belgia berhasil meraih poin penuh di penyisihan grup. Justru Jerman, Brazil, dan Prancis tidak berhasil meraih poin penuh. Brazil sempat ditahan imbang oleh Mexico, Jerman oleh USA, dan Prancis oleh Ecuador.

Itu kalau dari sepak terjang mereka dari pertandingan ke pertandingan. Sekarang mari bicara soal angka.
Pertama, siapakah tim pencetak gol terbanyak sementara ini? Dan siapakah yang paling sedikit kebobolan?

Tim pencetak gol terbanyak:
1. Netherlands (12 goals) à memenangkan 3 dari pertandingan di babak penyisihan
2. Colombia (11 goals) à memenangkan 3 dari pertandingan di babak penyisihan
3. France (10 goals)
4. Germany (9 goals)
5. Brazil (8 goals)
6. Argentina(7 goals) à memenangkan 3 dari pertandingan di babak penyisihan
7. Belgium (6 goals) à memenangkan 3 dari pertandingan di babak penyisihan
8. Costa Rica (5 goals)

Tim paling sedikit kebobolan:
1. France, Colombia, Costa Rica, Belgium (2)
2. Argentina, Brazil, Germany (3)
3. Netherlands (4)

Tim dengan aggregate terbesar:
1. Colombia (9)
2. Netherlands, France (8)
3. Germany (6)
4. Brazil (5)
5. Argentina, Belgium (4)
6. Costa Rica (3)

Kalau dilihat secara angka, ternyata kedelapan peserta perempat final memiliki perolehan gol yang masing-masing berbeda satu gol. Dari 4 tim yang lolos dari penyisihan grup dengan poin penuh, ternyata hanya Belanda dan Colombia yang berada di posisi teratas dalam daftar pencetak gol terbanyak. Belanda mencetak 12 gol, dan Colombia hanya kurang 1 gol dibandingkan Belanda. Sementara dua lainnya, Argentina dan Belgia, justru merupakan 4 terbawah.

Dua tim yang tidak berhasil meraih poin penuh di penyisihan grup, namun tampil memukau mulai dari penyisihan grup sampai babak 16 besar, adalah Jerman dan Prancis. Jerman membukukan banyak gol karena melibas salah satu tim besar dunia, Portugal. Sementara 5 dari 10 gol yang sudah dicetak Prancis berasal dari pembantaian mereka terhadap Switzerland.

Yang menarik adalah, Belanda, tim yang paling banyak mencetak gol, ternyata juga merupakan yang paling banyak kebobolan di antara ketujuh tim lainnya. Dari semua tim yang berhasil masuk ke perempat final, Belanda adalah satu-satunya tim yang sudah kebobolan lebih dari 3 gol.
Sementara Costa Rica, tim yang paling sedikit mencetak gol dibandingkan ketujuh perempat finalis lain, yaitu hanya 5 gol, ternyata juga salah satu tim yang paling sedikit kebobolan. Costa Rica baru kebobolan 2 gol.
Begitu juga dengan Belgia yang hanya mencetak satu gol lebih banyak dari Costa Rica, mereka pun baru kebobolan 2 gol.
Yang paling hebat, lagi-lagi adalah Colombia. Karena, dengan perolehan 11 gol yang menempatkannya sebagai pencetak gol terbanyak setelah Belanda, Colombia juga termasuk yang paling sedikit kebobolan, karena, seperti Belgia dan Costa Rica, mereka pun baru kebobolan 2 gol.
Tim lainnya yang juga hanya kebobolan 2 gol adalah Prancis.
Selebihnya, Brazil, Argentina, dan Jerman, masing-masing sudah kebobolan 3 gol. Masih di bawah Belanda.

Dengan menjadi salah satu pencetak gol terbanyak dengan kebobolan paling sedikit, Colombia menjadi tim nomor 1 dalam hal selisih gol. Selisih golnya adalah 9, mengalahkan Belanda dan Prancis yang memiliki selisih gol 8. Selisih terkecil antara jumlah gol dan kebobolan adalah Costa Rica, yaitu selisih 3 gol.

Jadi, dari catatan rekor dan statistik, Colombia adalah tim terkuat di antara para peserta yang masuk ke perempat final. Ditambah lagi, pencetak gol terbanyak sementara ini masih dipegang James Rodriguez dari Colombia, dengan perolehan 5 gol.

Tapi, catatan rekor mereka tidak bisa menjadi pegangan mutlak. Ingat bahwa masing-masing tim menghadapi lawan dengan level kekuatan yang berbeda-beda.

Colombia memang memenangi keempat pertandingan mereka dengan mulus. Tapi Tim-tim yang sudah dihadapi selama ini bisa dibilang, tim-tim penggembira. Walaupun Uruguay tergolong tim yang terkenal tangguh, namun di Puala Dunia kali ini mereka tidak tampil sebaik yang diharapkan. Apalagi tanpa Luis Suarez yang diskors 4 bulan setelah aksi gilanya menggigit Chiellini.

Selasa, 01 Juli 2014

Last Match on Top 16: Belgium vs USA

Belgium 2            –             1 USA
Kevin De Bruyne ’93         Julian Green ‘107
Romelu Lukaku ‘105

Pertandingan terakhir di babak 16 besar Piala Dunia 2014 menampilkan dua tim yang, bisa dibilang, sama-sama underdog. Walaupun begitu, sepak terjang Belgia sepanjang babak penyisihan grup, memang lebih meyakinkan daripada USA. Belgia memenangkan tiga dari tiga pertandingan di babak penyisihan grup. Sementara Amerika dikalahkan Jerman di pertandingan terakhir, dan hanya bermain imbang di laga ke dua mereka melawan Portugal. Yah, Portugal sama Jerman sih. Sementara lawannya Belgia 'hanya' Russia, South Korea, dan Algeria.

Bagaimanapun, pertandingan ini berlangsung sama alotnya dengan tujuh pertandingan lainnya yang sudah berlangsung di babak 16 besar. Dari total delapan pertandingan, pertandingan Belgia melawan USA ini menjadi pertandingan ke lima yang memasuki babak perpanjangan waktu. Babak perpanjangan waktu pun masih saja berlangsung sengit. Belgia mencetak gol di menit ke-93 melalui Kevin De Bruyne. Gol itu membuat pertandingan yang mulai basi, kembali memanas.

Di akhir perpanjangan waktu babak pertama, Romelu Lukaku memperbesar keunggulan Belgia menjadi 2 - 0. Namun, hanya dua menit setelah perpanjangan waktu babak ke dua dimulai, USA sudah berhasil memperkecil ketinggalan menjadi 1 - 2, melalui gol Julian Green. Gol di awal babak perpanjangan waktu ke dua itu membangkitkan optimisme para suporter Amerika. Namun akhirnya, juara grup kembali keluar sebagai pemenang.

De Bruyne, pencetak gol krusial bagi Belgia

Boong deng, yang bener ini... ya nggak jauh beda lah ya.

Lucunya, pertandingan Belgia melawan USA ini, yang notabene adalah juara grup H melawan runners-up grup G, mengingatkan pada pertandingan Jerman melawan Algeria, yang merupakan juara grup G melawan runners-up grup H. Kedua pertandingan yang mempertemukan jebolan grup G dan H sama-sama berakhir tanpa gol di babak pertama dan ke dua, dan di babak perpanjangan waktu, si pemenang mencetak satu gol di awal babak pertama, lalu satu gol lagi, yang langsung dibalas dengan satu gol oleh si kalah, yang hanya memperkecil ketinggalan mereka, namun akhirnya tetap kalah.

Yah, hanya saja, pertandingan Belgia melawan USA ini jauh lebih membosankan. Jaaaauh lebih membosankan. Bayangin, udah 2x45 menit, plus 2 babak perpanjangan waktu, membosankan pula.

Btw guys, ini Piala Dunia kok kaya diatur gini ya? Tim-tim favorit baru bisa ketemu paling cepet di semifinal. Terus probabilitasnya itu semifinal dua-duanya tim favorit Amerika Latin vs Eropa (Brazil vs Jerman/Prancis dan Argentina vs Be land a). Cuma Jerman aja sih yang ketemu Prancis di perempat final. Tapi ya abis mereka mau ketemu siapa lagi? Brazil? Argentina? Belanda? Tim favorit ada 5, pertandingannya cuma ada 4. Ya ketemulah 2 dari 5..

Anyway, setelah banyaak kejutan di babak penyisihan grup, ternyata nggak ada kejutan di babak 16 besar. Pemenangnya semuanya juara grup. Kecuali bahwa ternyata, tim-tim yang dianggap underdog, nggak bisa dikalahkan dengan mudah seperti perkiraan orang. Dari delapan pertandingan di babak 16 besar, cuma Colombia lho yang bisa mengalahkan lawannya dengan dua gol, tanpa balas, tanpa bunuh diri, tanpa curang, tanpa extra time, dan jelas lah tanpa penalty. Yang lainnya, dua pake penalty, satu pake curang, Riga pake extra-time, satunya lagi 2-0 juga tapi salah satunya own goal lawan, satu nggak pake sambel, satu nggak pake bihun...apa sih..

Tapi jangan lupa, masing-masing menghadapi lawan yang berbeda lho! Bukan berarti yang menangnya adu penalty nggak bisa menang lawan yang menangnya 2-0. Bukan berarti yang menangnya adu penalty nggak bisa ngalahin yang menang dalam 2x45 menit tapi pake curang.

Pencetak gol terbanyak sementara:
5
James Rodríguez (Colombia)

4
Neymar (Brazil)
Lionel Messi (Argentina)
Thomas Muller (Germany)

3
Van Persie, Robben (Netherlands)
Karim Benzema (France)
Enner Valencia (Ecuador)
X. Shaqiri (Switzerland)

2
Tim Cahill (Australia)
Mario Mandzukic, Ivan Perisic (Croatia)
J. Martinez (Colombia)
Gervinho, Wilfried Bony (Ivory Coast)
Luis Suarez (Uruguay)
Andre Ayew, Asamoah Gyan (Ghana)
Clint Dempsey (USA)
Memphis Depay (Netherlands)
Islam Slimani (Algeria)
Alexis Sanchez (Chile)
Bryan Ruiz (Costa Rica)
Abdelmoumene Djabou (Algeria)

1
Oscar, Fred, Fernandinho, David Luiz (Brazil)
Peralta, R. Marquez, Guardado, Hernandez, Giovani Dos Santos (Mexico)
Xabi Alonso, David Villa, Fernando Torres, Juan Mata (Spain)
De Virjk, Fer, Wesley Sneijder, Huntelaar (Netherlands)
Valdivia, Beausoujour (Chile)
Teófilo Gutiérrez, Pablo Armero, Juan Quintero, Cuadrado (Colombia)
Edinson Cavani, Diego Godin (Uruguay)
Joel Campbell, Óscar Duarte, Marco Ureña (Costa Rica)
Marchisio, Balotelli (Italy)
Sturridge, Wayne Rooney (England)
Keisuke Honda, S. Osazaki (Japan)
Admir Mehmedi, Haris Seferovic, Blerim Dzemaili, Granit Xhaka (Switzerland)
Ibisevic, E. Dzeko, M. Pjanic, Vrsajevic (Bosnia-Herzegovina)
Matt Hummels, Mario Gotze, Miroslav Klose, André Schürrle, Mesut Özil (Germany)
John Brook jr, Jermaine Jones, Julian Green (USA)
Sofiane Feghouli, Rafik Halliche, Yacine Brahimi (Algeria)
Marouane Fellaini, Dries Mertens, Divock Origi, Vertonghen, Kevin De Bruyne, Romelu Lukaku (Belgium)
Lee Keunho, Son Heung Min, Koo Jacheol (South Korea)
Alexander Kerzhakov, A. Kokorin (Russia)
Ivica Olic (Croatia)
Mile Jedinak (Australia)
Olivier Giroud, Blaise Matuidi, Mathieu Valbuena, Moussa Sissoko, Paul Pogba (France)
Carlo Costly (Honduras)
Peter Odemwingie, A. Musa (Nigeria)
Nani, Silvestre Varela, Cristiano Ronaldo (Portugal)
J. Matip (Cameroon)
A. Samaris, G. Samaras, Sokratis Papastathopoulos (Greece)
Marcos Rojo, Angel Di Maria (Argentina)
Reza (Iran)


146 gol dicetak 108 pemain dari 32 tim/negara.