Sabtu, 14 Juni 2014

Os Estadios da Copa Mondial: part 2


Lanjutan dari pembahasan mengenai 12 stadion tuan rumah Piala Dunia 2014 yang kemaren nih!

1.      Arena da Amazônia, Manaus
Kapasitas: 46,000 orang
Digunakan pada pertandingan:

-        Penyisihan Group D England vs Italy, June 15, 2014
-        Penyisihan Group A Croatia vs Cameroon, June 19, 2014
-        Penyisihan Group G Portugal vs USA, June 23, 2014
-        Penyisihan Group E Switzerland vs Honduras, June 26, 2014



Walaupun stadion ini hanya menyelenggarakan pertandingan-pertandingan babak penyisihan grup, tapi bagi gue ini adalah stadion terbaik dari 12 stadion yang digunakan sepanjang Piala Dunia 2014. Jadi mohon maklum kalo gue juga akan ngebahas agak panjang mengenai stadion yang satu ini.
Terbaik? Kenapa?
Bayangin ya, stadion ini dibangun di Manaus, sebuah kota yang terletak di jantung hutan hujan Amazon! Ya jadi karena itulah dinamakan Arena da Amazônia, bukan karena Dina lapar. *Plis deh Tar!
Sumpah ini lokasinya keren banget! Bahkan tanpa embel-embel Tuan Rumah Piala Dunia pun, Manaus adalah tujuan wisata yang wajib dikunjungi karena keindahannya. Sebenernya Manaus sendiri malah bukan daerah yang identik dengan sepakbola. Tapi karena keindahannya itu tadi lah, FIFA memutuskan Manaus sebagai salah satu kota penyelenggara Piala Dunia 2014.
Kedua, tuh, liat aja. Menurut gue, secara estetika, konsep, dan fungsi, desainnya sendiri memang terbaik, terindah, terunik. Keren banget!
Stadion ini didesain menyerupai sebuah keranjang anyaman, yang merupakan produk lokal yang khas dari Manaus. Desainnya dibuat oleh perusahaan arsitektur Jerman, gmp Architekten. Melihat lokasinya yang berada di tengah Hutan Hujan Amazon, para pendiri stadion sengaja membuat stadion ini menjadi stadion yang ramah lingkungan, yang bisa ikut melestarikan keindahan Hutan Hujan Amazon.
Contoh teknologi ramah lingkungan yang sudah diterapkan di stadion ini adalah system yang bisa menampung dan menyaring air hujan sehingga bisa digunakan untuk kamar mandi, toilet, dan fasilitas-fasilitas pengairan lainnya di stadion.
Berlimpahnya cahaya matahari yang menyinari daerah ini juga dimanfaatkan untuk sumber energi. Selain energi matahari, sebuah layar tanaman juga diciptakan untuk menghasilkan energi penghijauan sekaligus untuk mengatur suhu di stadion.
Stadion ini dibangun di atas lokasi yang dulunya merupakan stadion tua Vivaldão. Stadion tua itu telah dihancurkan pada tahun 2010, dan konstruksi pertama dari yang kini adalah Arena da Amazônia dimulai pada tahun 2011 dan selesai pada Desember 2013, hanya 6 bulan menjelang Piala Dunia 2014. Bahkan pada bulan Februari 2014 sebenarnya stadion masih mengalami rekonstruksi, sehingga sempat diragukan kemampuannya untuk menjadi tuan rumah Piala Dunia 2014. Namun akhirnya pihak pengembang berhasil meyakinkan FIFA dengan diadakannya pertandingan pertama di stadion tersebut pada bulan Maret 2014, yaitu pertandingan Nacional melawan Remo.
Selain stadion sepakbola, Arena da Amazônia juga memiliki sambadrome Manaus, fasilitas atletik, kolam renang, dan fasilitas-fasilitas olahraga lainnya.
Walaupun bukan tempat yang terkenal dengan sepakbola, Manaus adalah kandang bagi banyak klub sepakbola di Amazon. Salah satunya adalah Nacional FC yang terkenal sebagai klub yang paling sering meraih gelar negara bagian. Klub lainnya adalah São Raimundo EC yang sukses dalam penampilannya di Copa do Brasil. Selepas Piala Dunia, Arena da Amazônia akan menjadi kandang dari Nacional, São Raimundo, dan Sul América.
Satu informasi menarik lagi mengenai stadion futuristic nan canggih ini. Pelatih timnas Inggris dikabarkan mengritik lokasi dari stadion, karena menganggap panasnya yang ekstrim akan menyulitkan para pemain. Walikota Manaus kemudian menyatakan bahwa siapapun yang mengritik stadion dan kota itu, tidak akan mendapat sambutan yang ramah di kota itu.
Dan tebak apa! Inggris akan menghadapi pertandingan pertama mereka melawan Italia di stadion Arena da Amazônia ini! Hah! Rasakan!!!

2.      Arena Pernambuco, Recife
Kapasitas: 46,154 orang
Digunakan pada pertandingan:

-        Penyisihan Group C Ivory Coast vs Japan, June 15, 2014
-        Penyisihan Group D Costa Rica vs Italy, June 21, 2014
-        Penyisihan Group A Croatia vs Mexico, June 24, 2014
-        Penyisihan Group G Germany vs USA, June 27, 2014
-        Babak 16 besar Juara Group D vs Runners-up Group C, June 30, 2014



Itaipava Arena Pernambuco merupakan sebuah stadion sepak bola yang terletak di São Lourenço da Mata, Brasil. Memiliki kapasitas 46.154 kursi. Dipakai untuk pertandingan sepak bola dan digunakan sebagai tuan rumah pertandingan selama Piala Dunia 2014.
Stadion ini merupakan markas klub Náutico.

3.      Estadio Beira-Rio, Porto Alegre
Kapasitas: 56,000 orang
Digunakan pada pertandingan:

-        Penyisihan Group E France vs Honduras, June 16, 2014
-        Penyisihan Group B Netherlands vs Australia, June 19, 2014
-        Penyisihan Group H Algeria vs South Korea, June 23, 2014
-        Penyisihan Group F Argentina vs Nigeria, June 26, 2014
-        Babak 16 besar Juara Group G vs Runners-up Group H, July 1, 2014



4.      Arena Fonte Nova, Salvador
Kapasitas: 55,000 orang
Digunakan pada pertandingan:

-        Penyisihan Group B Spain vs Netherlands, June 14, 2014
-        Penyisihan Group G Germany vs Portugal, June 17, 2014
-        Penyisihan Group E Switzerland vs France, June 21, 2014
-        Penyisihan Group F Bosnia-Herzegovina vs Iran, June 26, 2014
-        Babak 16 besar Juara Group H vs Runners-up Group G, July 2, 2014
-        Babak perempat final antara pemenang Juara B vs RU A dengan pemenang Juara D vs RU C, July 5, 2014



Kompleks Olahraga dan Budaya Octávio Mangabeira (nama resmi bahasa Portugis: Complexo Esportivo Cultural Octávio Mangabeira) atau Itaipava Arena Fonte Nova (nama karena alasan sponsor), atau yang lebih dikenal dengan Arena Fonte Nova, adalah stadion sepak bola yang terletak di Salvador, Brasil.
Pada awal Januari 2013, pengerjaan stadion ini telah mencapai 90%, menjadikannya sebagai stadion keempat yang tahap pembangunannya paling maju dari dua belas stadion lainnya yang akan menjadi tuan rumah Piala Konfederasi 2013 maupun Piala Dunia 2014. Pada bulan Maret, pengerjaanya telah mencapai 99% dari pekerjaan yang telah selesai. Stadion ini diresmikan pada 5 April 2013, ditandai dengan kehadiran Presiden, Dilma Rousseff. Pertandingan pertama di stadion adalah laga klasik Ba-Vi, yang digelar dua hari kemudian, di mana Vitoria menjadi pemenangnya. Renato Caja, pemain Vitoria, mencatatkan namanya sebagai pencetak gol pertama di stadion tersebut.
Sebelumnya, nama dari stadion ini adalah Stadion Fonte Nova. Untuk pembangunan arena baru, struktur lama tersebut dihancurkan pada 29 Agustus 2010 guna memberi jalan bagi pembangunan Arena Fonte Nova, sebuah proyek yang sudah dikonfirmasi untuk menjadi tuan rumah Piala Dunia 2014.

Selain Piala Dunia 2014, Arena Fonte Nova juga akan menjadi tuan rumah pertandingan Olimpiade Musim Panas 2016. Meskipun kota tuan rumah acara tersebut adalah Rio de Janeiro, namun pertandingan sepak bola pria dan wanita juga akan digelar di empat kota lain, di antaranya adalah Salvador, di mana permainan berlangsung di Arena Fonte Nova, meningkatkan investasi Piala Dunia.

Jumat, 13 Juni 2014

Babak Penyisihan, Group B: Spain - Netherlands, Chile - Australia

sPAIN 1                –             5 Netherlands
Alonso ’27 (p)                    Van Persie ’44, ‘72
                                             Robben ’53, ‘80
                                             De Virjk ‘64

Yah gitu deh, pokoknya Spanyol dibombardir abis-abisan, pertahanannya diobrak-abrik sampe jebol, ngga usah banyak tanya! Tuh udah ada kan nama-nama dan menit-menitnya di atas! à langsung nggak professional gitu, emang susah deh kalo mau sok-sok jadi reporter bola tapi subyektif… x-p
Oke, oke… saya bahas juga deh terpaksa.
Babak pertama sebenarnya berjalan cukup imbang. Baik Belanda maupun Spanyol bermain dengan cukup ngotot. Setelah Alonso sukses mengeksekusi penalty di menit ke-27, menit ke-44 Van Persie berhasil menyamakan kedudukan menjadi 1 – 1. Skor itu bertahan sampai turun minum.
Namun, di babak ke-2, Belanda benar-benar ngamuk. Entah apa yang terjadi di ruang ganti selama waktu istirahat 15 menit, tapi semangat anak-anak asuhan Luis Van Gaal jelas kebakaran di babak ke-2 ini. Diawali dengan gol Arjen Robben yang luaaar biasa cantik di menit ke-53, Belanda memulai pembantaiannya di babak ke-2. Gol cantik Robben disusul gol De Virjk di menit ke-64. Kemudian Van Persie mencetak gol ke duanya di menit ke-72. Pembantaian tersebut diakhiri dengan gol ke dua Robben pada menit ke-80. Iker Casillas tampak pontang-panting berusaha menyelamatkan gawang, berubah jadi Iker Casillan (baca: Iker Kasian).
Yang jelas Belanda bukan cuma sukses membalas kegagalan mereka meraih gelar juara, akibat kekalahan dari Spanyol, di final Piala Dunia empat tahun lalu, tapi juga telah mempermalukan sang juara bertahan. Hasil yang fantastis ini tentu mengejutkan banyak orang. Sebelum pertandingan, banyak penggemar bola yang sangat menjagokan Spanyol, salah satunya saya.
Pembantaian ini jelas meruntuhkan mental tim asuhan Vincente Del Bosque tersebut beserta pendukungnya. Tapi perjalanan belum berakhir. Masih ada dua pertandingan untuk masing-masing tim. Spanyol masih punya kesempatan besar untuk lolos dari penyisihan grup.


Chile 3                  –             1 Australia
Alexis Sanchez ’12                           Cahill ‘35
Jorge Valdivia ‘14
Jean Beaousoujour '90+2

Pertandingan lainnya adalah antara Chile dengan Australia. Chile yang sudah menggebrak dari menit-menit awal, langsung sukses membobol gawang Australia pada menit ke-12 melalui gol bintang andalan mereka, Alexis Sanchez. Tak lama berselang, Chile kembali menambah keunggulan melalui gol Valdivia di menit ke-14.
Australia berhasil memperkecil ketinggalan mereka berkat sundulan Cahill di menit ke- 35. Setelah itu tidak ada lagi gol yang tercipta sampai pada injury time menit ke-2 babak ke-2, Jean Beausoujour menambah keunggulan Chile menjadi 3 - 1.




Pencetak gol terbanyak sementara:
2             Neymar (Brazil), Van Persie, Robben (Netherlands)
1             Oscar (Brazil), Peralta (Mexico), Xabi Alonso (Spain), De Virjk (Netherlands), Alexis Sanchez , Valdivia, Beausoujour (Chile), Tim Cahill (Australia)


Babak Penyisihan, Group A: Brazil - Croatia, Mexico - Cameroon

June 13, 2014

Brazil 3                                –             1 Croatia
Neymar '20 (p), '71                            Marcelo '11 (og)
Oscar '90

Piala Dunia 2014 yang ditunggu-tunggu telah dimulai. Dibuka oleh pertandingan antara tim tuan rumah Brazil dengan salah satu tim kuda hitam Eropa, Croatia. Meski diunggulkan karena nama besar dan posisinya sebagai tuan rumah, Brazil tampil kurang maksimal di pertandingan perdana tersebut. Meski tidak diunggulkan, Croatia tampak lebih menguasai bola sepanjang babak pertama. Barisan pertahanan Brazil berantakan, seolah panic menghadapi gempuran-gempuran agresif dari Croatia. Bahkan, di menit ke-11, Brazil sempat tertinggal lebih dulu melalui gol bunuh diri Marcelo. Namun, setelah gol Neymar menyamakan kedudukan di menit ke-20, mental anak-anak asuh Luis Felipe Scolari itu mulai terangkat, walau pertahanannya masih saja berantakan. Babak pertama berakhir dengan skor imbang 1 – 1.
Skor imbang tersebut bertahan sampai pertengahan babak ke dua. Pada menit ke-71, Brazil menjadi unggul 2 – 1 ketika Neymar terjatuh (atau menjatuhkan diri) di kotak penalty dan sukses mengeksekusi hadiah penalty dari wasit. Di menit terakhir babak ke-2, Brazil berhasil mematahkan serangan Croatia dan berhasil memanfaatkan serangan balik untuk menambah keunggulan mereka menjadi 3 – 1 melalui gol Oscar.



Mexico 1             –             0  Cameroon
Peralta '61

Pertandingan lainnya di grup A adalah Mexico berhadapan dengan Cameroon. Hujan deras yang terus mengguyur sepanjang berlangsungnya pertandingan, sama sekali tidak mengurangi semangat kedua tim. Cameroon dan Mexico sama-sama bermain ngotot sejak awal babak pertama. Serangan-serangan agresif baik dari Cameroon maupun Mexico menghasilkan 2 gol untuk Mexico dan 1 gol untuk Cameroon, yang sayangnya ketiganya dianulir wasit karena terjadi dalam posisi offside. Babak pertama berakhir imbang tanpa gol.
Setelah melancarkan serangan bertubi-tubi, akhirnya Oribe Peralta memecah kebuntuan dengan golnya di menit ke-61 yang membuat Mexico unggul 1 – 0.



Pencetak gol terbanyak sementara:
2             Neymar (Brazil)

1             Oscar (Brazil), Peralta (Mexico)

Os Estadios da Copa Mondial: part 1

Buat gue, salah satu daya tarik dari setiap Piala Dunia adalah stadion-stadionnya. Kenapa? Karena, selain desain-desainnya yang serba unik dan indah, stadion-stadion itu juga punya cerita di balik pembangunannya, dan bagi stadion yang sudah berdiri sejak lama, sudah banyak peristiwa bersejarah yang terjadi di dalamnya.



Untuk Piala Dunia tahun ini, Brazil sebagai tuan rumah khusus membangun beberapa stadion baru dan juga merenovasi beberapa stadion lama. Totalnya ada 12 stadion di 12 kota yang akan menjadi tuan rumah Piala Dunia 2014. Karena stadionnya ada 12, dan pesertanya terbagi ke dalam 8 grup masing-masing 4 tim, sehingga ada 48 pertandingan di babak penyisihan grup, maka setiap stadion masing-masing kebagian 4 pertandingan babak penyisihan grup. Selanjutnya, ada stadion yang digunakan untuk babak 16 besar, perempat final, semifinal, perebutan juara ke-3, dan final.

Berikut adalah stadion-stadion itu:

1.      Arena Corinthians, São Paulo
Kapasitas: 48,234 orang
Digunakan pada pertandingan:

-        Penyisihan Group A Brazil vs Croatia, June 13, 2014
-        Penyisihan Group D Uruguay vs England, June 20, 2014
-        Penyisihan Group B Netherlands vs Chile, June 24, 2014
-        Penyisihan Group H Belgium vs South Korea, June 27, 2014
-        Babak 16 besar Juara Group F vs Runners-up Group E, July 2, 2014
-        Babak semifinal ke dua, July 10, 2014



Kenapa gue bahas stadion ini pertama kali? Karena di sinilah akan dimulainya pertandingan pertama di Piala Dunia 2014 ini, yaitu antara tim tuan rumah, Brazil berhadapan dengan Croatia. Di stadion ini jugalah akan diselenggarakannya pertandingan terakhir pada babak penyisihan grup, yaitu pertandingan antara Belgia melawan Korea Selatan, bersamaan dengan pertandingan Algeria melawan Rusia di stadion lainnya.
Stadion ini mulai dibangun pada tahun 2011 oleh arsitek Anibal Coutinho dan insinyur Werner Sobek. Udah sobek masih aja dipake tuh si Werner... *Apa sih Tar?*
Gue suka banget desainnya yang simple, minimalis, dan modern. Coba tuh liat, atapnya cuma kotak, simple banget gitu, warnanya serba putih, lucu juga kayanya buat dijadiin tempat tisu ya.
Layout bangunannya agak-agak futuristic gimana gitu. Ada ruang-ruang kosong yang mungkin dimaksudkan untuk penonton jalan-jalan selama nunggu pergantian babak, sambil foto-foto buat dipasang di social media. Keren banget deh pokoknya!
Kenapa stadion ini jadi begitu pentingnya buat gue? Karena stadion Arena Corinthians ini adalah markas masa depan bagi klub SC Corinthians Paulista. So what? Ehm… Ronaldo, the real one, my Ronaldo, yep that Ronaldo, mengakhiri karirnya di klub tersebut. Hihi nggak papa ya agak subyektif dikit, namanya juga cewek.
Anyway, stadion ini jadi stadion terbesar ke lima dalam Liga Brasil dan stadion ke sebelas terbesar di Brasil, dengan kapasitas tempat duduk 48,234 kursi, yang khusus untuk menyelenggarakan Piala Dunia tahun ini, ditambah kapasitasnya jadi 65,000 kursi. Waah… kira-kira aman nggak ya? *ala presenter On The Spot*

2.      Arena das Dunas, Natal
Kapasitas: 45,000 orang
Digunakan pada pertandingan:

-        Penyisihan Group A Mexico vs Cameroon, June 14, 2014
-        Penyisihan Group G Ghana vs USA, June 17, 2014
-        Penyisihan Group C Greece vs Japan, June 20, 2014
-        Penyisihan Group D Uruguay vs Italy, June 25, 2014



Stadion yang didirikan di Kota Natal, Negara Bagian Rio Grande do Norte ini dirancang oleh perusahaaan arsitektur Amerika, Populous, dan dibangun oleh perusahaan konstruksi OAS dan Pemerintah Rio Grande do Norte.
Ini adalah salah satu desain stadion yang menurut gue oke banget. Stadion ini kelihatan modern banget karena emang baru dibangun tahun 2011 khusus untuk Piala Dunia. Sebelumnya, lokasi yang sekarang menjadi Arena das Dunas ini adalah bekas Stadion Machadão dan gimnasium Machadinho, yang telah dibongkar pada tahun 2011.
Selain desain atapnya yang elegan dan unik, layout bangku-bangkunya juga tampak fleksibel dan nyaman dengan warna biru langit yang menyejukkan. Desain layout bangkunya memang dibuat fleksibel sehingga, pada Piala Dunia nanti, kapasitas stadion yang 28,000 orang direncanakan mampu menampung 45,000 penonton.
Selain stadion, Arena das Dunas juga merupakan kompleks serbaguna.

3.      Arena Pantanal, Cuiaba
Kapasitas: 42,968 orang
Digunakan pada pertandingan:

-        Penyisihan Group B Chile vs Australia, June 14, 2014
-        Penyisihan Group H Russia vs South Korea, June 18, 2014
-        Penyisihan Group F Bosnia-Herzegovina vs Nigeria, June 22, 2014
-        Penyisihan Group C Colombia vs Japan, June 25, 2014



Stadion yang satu ini dibangun pada tahun 2010 untuk menggantikan stadion sebelumnya, yaitu Stadion José Fragelli, atau “Verdão”, stadion utama di Kota Cuiaba, yang telah dihancurkan. Stadion baru ini dibangun dengan memenuhi persyaratan FIFA.
Desain stadion ini kelihatan megah banget, walaupun gue pribadi kurang suka desainnya yang terlalu kotak-kotak. Tapi mungkin memang itu konsepnya, entahlah. Yang jelas, emang kelihatannya rapi banget, kaya tugas Nirmana Ruang pas gue kuliah di DKV dulu.
Btw, layout bagian dalamnya mengingatkan pada arena baseball, ya nggak sih?
Setelah Piala Dunia berakhir, stadion ini akan menjadi kandang tetap Mixto EC dan Cuiaba EC.

4.      Arena da Baixada, Curitiba
Kapasitas: 43,900 orang
Digunakan pada pertandingan:

-        Penyisihan Group F Iran vs Nigeria, June 17, 2014
-        Penyisihan Group E Ecuador vs Honduras, June 21, 2014
-        Penyisihan Group B Spain vs Australia, June 24, 2014
-        Penyisihan Group H Algeria vs Russia, June 27, 2014



Ini adalah salah satu stadion lama yang direnovasi untuk menyambut Piala Dunia 2014. Bukan lama lagi, tapi tuaaa banget! Tebak berapa umurnya! Stadion Arena da Baixada ini sudah berdiri selama 100 tahun! Iya, tepat 100 tahun!
Nah gue demen banget nih ngebahas yang tua-tua.
Tepat 100 tahun yang lalu, pada tahun 1914 stadion ini pertama kalinya dibuka di wilayah Água Verde, Curitiba, Paraná. Água Verde itu kalo di daerah Jabodetabek atau Jawa Barat Ci… ijo tuh bahasa sundanya apa ya?
Kerennya lagi nih, lokasi tempat didirikannya stadion ini adalah bekas depot bubuk mesiu Angkatan Darat Brasil.
Pertandingan yang pertama kali dimainkan di stadion ini adalah Flamengo melawan Internacional, pada 6 September 1914. Pertandingan itu berakhir dengan kemenangan telak Flamengo 7-1. Gol pertama di stadion ini dicetak oleh pemain Flamengo, Arnaldo. Walau demikian, stadion ini adalah kandang bagi klub Atlético Paranaense, yang juga memiliki dan mengoperasikan stadion ini.
Sejarah stadion ini cukup panjang buat diceritain.
Pada tahun 1934, nama stadion Arena da Baixada diganti menjadi Estádio Joaquim Américo Guimarães, sesuai nama pengusaha yang mencetuskan ide dan mendanai pembangunannya.
Walaupun sudah berdiri sejak tahun 1914, stadion ini tidak digunakan pada saat Piala Dunia 1950 diselenggarakan di Brazil. Pada saat itu stadion yang digunakan Curitiba sebagai kota tuan rumah adalah Estádio Vila Capanema.
Arena da Baixada sempat ditutup dari tahun 1970 something sampe 1984. Stadion ini sempat beroperasi kembali dari tahun 1984 sampai 26 Desember 1997, saat bangunan lamanya dihancurkan karena akan didirikannya bangunan baru, dengan desain oleh arsitek Mexico, Carlos Arcos. Pembangunan stadion baru berakhir di bulan Juni 1999. Kalau dilihat, desain stadionnya itu klasik, stadion Eropa banget, tepatnya Inggris banget, dari warna, layout, dan desainnya secara keseluruhan.
Sejak renovasi diselesaikan pada bulan Juni 1999, Estadio Joaquim Américo telah dianggap sebagai salah satu stadion yang paling modern dan terbaik di Brasil.
Pada tahun 2005, stadion tersebut berganti nama menjadi Kyocera Arena, setelah perusahaan Jepang, Kyocera membeli hak penamaan.
Laga pertama di stadion berkonstruksi baru, dimainkan pada 24 Juni 1999, ketika Atlético Paranaense mengalahkan Cerro Porteño dari Paraguay 2-1. Gol pertama dari stadion setelah pembukaan kembali dicetak oleh pemain Atlético, Lucas.
Rekor kehadiran penonton terbanyak hingga saat ini adalah 31.740 penonton, yang ditetapkan pada 16 Desember 2001 ketika Atlético Paranaense mengalahkan São Caetano 4-2, pada pertandingan pertama final Kejuaraan Brasil tahun itu.
Tahun 2008, setelah tidak lagi terikat kontrak hak penamaan dengan Kyocera, akhirnya stadion ini kembali dinamakan Arena da Baixada sesuai namanya pertama kali.
Untuk menjadi tuang rumah di Piala Dunia 2014 ini, stadion ini kembali mengalami renovasi. Bukan renovasi total sih. Ada penambahan dan perbaikan fasilitas, salah satunya adalah kapasitasnya, yang sebenarnya cuma 28,413, untuk Piala Dunia ini diperluas hingga 43,900 kursi. Proses renovasi itu sendiri bukannya tanpa rintangan. Pada tahun 2013 renovasi sempat terhenti karena kasus hak-hak pekerja. Tapi ternyata sekarang Arena da Baixada telah selesai direnovasi dan siap menjamu para penonton!

To be continued…

Rabu, 11 Juni 2014

Profil Tim-tim Piala Dunia 2014: part 3

June 12, 2014

Grup E:
Switzerland
Ecuador
France
Honduras

Grup F:
Argentina
Bosnia-Herzegovina
Iran
Nigeria

Grup G:
Germany
Portugal
Ghana
USA

Grup H:
Belgium
Algeria
Russia
South Korea

Walaupun gue banyak mengaitkan peringkat FIFA dengan kekuatan tim-tim peserta Piala Dunia 2014, tapi peringkat itu nggak menjamin sih. Karena dari 32 tim yang lolos ke Piala Dunia, nggak semuanya masuk 32 besar peringkat FIFA.
Indonesia 157.

Harapan vs prediksi:
Melihat pembagian grup dan bagan turnamennya,



1. Kalau harapan terkabul:
- Brazil nggak akan ketemu satupun dari tiga tim favorit lainnya sampai di final --> perfect!
- Spanyol bakal langsung ketemu Italy di babak perempat final, tapi nggak papa, dengan harapan Italy yang menang, terus ketemu Argentina di semifinal --> perfect juga! mending Spanyol yang nggak masuk semifinal daripada Argentina
- Naah! Kerennya kalau harapan terkabul adalah, semifinalnya bakal Italy vs Argentina dan Portugal vs Brazil --> orang-orang keturunan Italy paling banyak di Argentina, orang-orang Brazil ya banyak keturunan Portugis lah, dalam dunia sepakbola kan Portugal disebut Brazil-nya Eropa
- Argentina ketemu Portugal di perebutan juara 3 --> Messi vs Ronaldo --> perfect!
- Argentina ngalahin Portugal terus jadi juara 3
- Italy dan Brazil ketemu di final --> perfect!
- Brazil juara! Italy runners-up, Argentina 3rd Place--> perfect! Amin!

2. Kalau prediksi saya tepat:
- Begitu lolos penyisihan grup, Brazil bakal langsung ketemu Belanda di 16 besar. Horor banget!
- Walaupun butuh usaha keras, mati-matian, empot-empotan, mungkin harus penalty segala, atau menangnya kontroversial, tapi Brazil pasti bisa ngalahin Belanda. Kalaupun Belanda jauh lebih bagus dan Brazil mainnya mengecewakan, pihak-pihak yang terlibat nggak mungkin biarin Brazil sebagai tuan rumah kalah di 16 besar
- Eeehhh...abis lawan Belanda... Brazil harus langsung ngadepin Italy (asumsi Italy udah pasti ngalahin Colombia)! Beraaattt! Dan pastinya sediiih banget ngeliat salah satu dari mereka harus tersingkir... Dua2nya jagoan sayaaahh! Yaah...prediksi sih yang lolos jadi runners-up D antara Italy atau Inggris. Kalau gini kejadiannya, mendingan Inggris yang lolos, karena setiap kali Brazil ketemu Inggris, Brazil selalu juara dunia
- Kalo ternyata Brazil ketemunya sama Italy pun, somehow masih yakin tetep Brazil yang menang. Tapi abis itu harus ketemu Jerman!
- Sementara Spanyol bakal ketemu Uruguay di perempat final --> mantep! seru nih!
- Dan di perempat final lainnya, Argentina ketemu Portugal --> lagi-lagi Ronaldo vs Messi --> keren!
- Semifinal Spanyol vs Argentina --> makin keren
- Finalnya Brazil vs Spanyol, tapi prediksi Brazil lolos ke final ini agak-agak nggak netral sih. Sebenernya nggak yakin Brazil bisa ngelewatin Belanda sama Italy 

So..., what do you think guys?


Doa saya cuma dua:
1.      Semoga Brazil juara! Amin? Amin? Amiiiinnn!!!

2.      Semoga Piala Dunia tahun ini berjalan dengan aman, tertib, dan damai. Amin lagi!

Selasa, 10 Juni 2014

Profile Tim-tim Piala Dunia 2014: part 2

Aaarrhh kesel banget!! Tulisan ini harusnya dipost kemaren! Tapi malah hari ini aja belon selesai! Segini dulu ya. Padahal mau bahas grup D seheboh mungkin! Damn!

June 11, 2014

Kemaren sih maksudnya mau bahas grup A sampe D di part 1, terus lanjut grup E sampe H di part 2. Eeehh…, baru bahas grup A aja udah kepanjangan gara-gara terlalu heboh ngomongin Brazil.

Jadi, ulasan mengenai grup B sampe D gue bahas di part 2 ini deh. Nanti grup E sama H baru di part 3-nya.

Grup B:
Spain
Netherlands
Chile
Australia

Tim terkuat di grup ini tentu saja Spanyol. Setelah memenangkan dua ajang terbesar sepakbola selama tiga tahun berturut-turut, yaitu Piala Eropa 2008, Piala Dunia 2010, dan Piala Eropa 2012, saat ini Spanyol menjadi tim nomor satu dalam peringkat FIFA.
Diasuh oleh mantan pelatih Real Madrid, Vincente Del Bosque, sejak tahun 2008 tim matador tidak henti-hentinya merain prestasi. Entah karena tangan dingin Vincente Del Bosque atau memang karena tim Spanyol yang bertaburan dengan bintang-bintang sepakbola dunia. Tapi kalau dilihat sejarahnya, sepertinya memang prestasi-prestasi Spanyol tidak lepas dari peran penting Del Bosque. Karena sebelum tahun 2008 pun, Spanyol sudah punya pemain-pemain kelas dunia seperti Raul Gonzales, Fernando Hierro, Fernando Morientes, Ivan Helguera, dan jangan lupa Iker Casillas, Carles Puyol, Xavi, dan Xabi Alonso yang hingga kini pun masih memperkuat timnas Spanyol. Sejak dulu Spanyol sudah memiliki pemain-pemain hebat. Namun seringkali mengalami hasil yang mengecewakan baik di Piala Dunia dan Piala Eropa. Jadi, yuk kita standing applause dulu buat Vincente Del Bosque!
Tapi bagaimanapun penting juga untuk melihat bintang-bintang Spanyol di setiap lininya, bahan-bahan yang akan diracik chef Del Bosque. Di lini depan ada si mungil ganteng David Villa dan Diego Costa dari Atletico Madrid, Fernando Torres (Chelsea), dan Pedro (Barcelona). Yang paling mentereng adalah lini tengah yang berisi bintang-bintang klub besar Eropa, mayoritas Barcelona dan Real Madrid, yaitu Iniesta, Xavi, Fabregas, Busquets, Xabi Alonso, David Silva, Juan Mata, Hidung, Mulut…eh maaf. Dan ada Koke yang gue baru perhatiin akhir-akhir ini karena ngikutin perjuangan Atletico Madrid musim ini.
Di barisan pertahanan, Spanyol mengandalkan bek-bek kelas dunia seperti Gerard Pique, Juanfran, Jordi Alba, dan Sergio Ramos. Mantep kan!
Terakhir, tentu saja Iker Casillas yang selama ini telah berperan sangat penting menyelamatkan gawang Spanyol di berbagai pertandingan krusial.
Prediksi gue, bisa aja Spanyol juara lagi tahun ini. Terlalu premature sih untuk meramalkan ini, tapi gue ngebayangin kalo Spanyol jadi the next Brazil. Sebelum Piala Dunia 1958, Brazil tuh apa sih? Kalah melulu, di kandang sendiri aja gagal juara. Tapi tahun 1958, tiba-tiba aja Brazil malah jadi tim pertama yang juara dunia di luar benuanya sendiri. Persis seperti Spanyol yang juara pertama kalinya di benua Afrika. Yah, tapi belom tau sih gimana performa mereka nantinya.

Iker Casillas dkk angkat trophy, empat tahun lalu gue ikut girang bersama mereka

Tim kuat lainnya adalah Belanda. Tim langganan runners-up Piala Dunia ini masih saja menjadi salah satu tim favorit pecinta sepakbola tanah air. Posisinya saat ini berada di urutan ke-15 peringkat FIFA.
Tim oranje dilatih oleh Louis Van Gaal, mukanya mirip-mirip sama Volker Finke (pelatih Cameroon) gitu, kirain sama. Sebelumnya Van Gaal sempat melatih timnas Belanda tahun 2000-2002, dan Barcelona di musim kompetisi 2002-2003.
Tahun ini sepertinya Belanda masih mengandalkan pemain-pemain lama seperti Robin Van Persie (Manchester United), Wesley Sneijder (Galatasaray), Arjen Robben (Bayern Munchen), Dirk Kuyt (Fenerbahce), dan Nigel de Jong (AC Milan).
Bisa dibilang, dari generasi ke generasi, Belanda adalah salah satu tim andalan yang selalu dijagokan untuk menjuarai Piala Dunia. Tapi entah kenapa, Belanda selalu aja gagal jadi juara. Kalau kegagalan adalah keberhasilan yang tertunda, bisa dibilang Belanda adalah tim yang suka menunda-nunda. Hihihi…

Van Persie van oranje

Walaupun nggak seserem grup D, tapi bisa gue bilang kalo grup B ini cukup neraka. Kenapa?
Spanyol sama Belanda jelas lah tim yang hebat. Sementara, Chile dan Australia, walaupun bukan tim andalan, tapi juga merupakan tim yang cukup kuat lho.

Chile pernah menempati posisi juara tiga saat menjadi tuan rumah di Piala Dunia 1962 yang dijuarai oleh Brazil (colongan banget ngebahas Brazil lagi). Walaupun setelah itu belum ada lagi prestasi yang cukup berarti di ajang Piala Dunia, tapi kehadiran Chile cukup meramaikan ajang empat tahunan itu. Saat ini Chile berada di urutan ke-14 peringkat FIFA. Pelatih Chile Jorge Sampaoli adalah pelatih asal Argentina. Bintang andalan mereka adalah penyerang Alexis Sanchez yang saat ini bermain di klub Barcelona. Bersama klub raksasa Spanyol tersebut, Alexis sudah memenangkan berbagai gelar bergengsi sepanjang musim kompetisi 2011 – 2013. Kan sekarang masi main di Barcelona, kok nggak sampe 2014? Emang Barcelona nggak dapet gelar apa-apa tahun ini! *nangis*

Alexis Sanchez

Dibandingkan ketiga tim lainnya di grup ini, Australia adalah tim yang paling tidak diandalkan. Urutan ke-62 dalam peringkat FIFA, prestasi tertinggi yang pernah diraihnya dalam Piala Dunia adalah masuk 16 besar di Piala Dunia 2006. Di Piala Dunia sebelumnya Australia dibantai Jerman 4 gol tanpa balas di pertandingan pertama mereka di babak penyisihan grup. Udah deh, Ausie, main rugby aja, nggak usah sok-sok main bola.
Tahun ini tim asuhan Ange Postecoglou ini masih saja mengandalkan Tim Cahill sebagai ujung tombak mereka. Penyerang yang sudah cukup berumur ini bermain di klub New York Red Bulls.

Tim Cahill

Prediksi gue, Spanyol antara menang atau seri lawan Belanda, menang lawan Chile dan Australia, tapi mungkin nggak telak, paling mentok 3 – 0 lah. Gawang Spanyol bakal sedikit nih kebobolannya.
Terus Belanda runners-up, mungkin seri atau menang tipis sama Chile, terus menang lawan Australia. Chile sama Australia peluangnya agak berat sih. Berat banget malah. Kalo penampilan Belanda mengecewakan, mungkin Chile bisa lolos nemenin Spanyol. Harapan gue sih yang lolos Chile sama Spanyol. Maaf ya, kalian para pecinta Belanda.


Grup C:
Colombia
Greece
Ivory Coast
Japan

Hmm… jujur gue agak males ngebahas grup ini. Hehe…
Nggak deng…. Maksudnya, grup ini menarik juga sebenernya. Cuma, untuk bisa ngebahas grup ini, minimal untuk tahu pemain andalan dan profile timnya aja mesti googling sana-sini…hehehe. Di grup ini ngga ada tim yang prestasinya lebih dari masuk babak 16 besar di Piala Dunia. Colombia dan Jepang paling mentok babak 16 besar. Ivory Coast dan Greece sama-sama pernah ikut Piala Dunia tiga kali, tiga-tiganya nggak lolos penyisihan grup. Tapi ya masih lumayan lah ya udah tiga kali berhasil masuk Piala Dunia. Kita aja belom pernah sekalipun.
Walaupun bukan tim-tim andalan Piala Dunia, tapi ternyata peringkat FIFA mereka lumayan loh. Columbia peringkat 8, Greece 12, Ivory Coast 23, Japan 46. Yah Jepang aja yang agak di bawah, tapi lumayan lah buat tim Asia, di bawah Iran dikit, di atas Korea Selatan dikit.

Colombia

Fredi Guarin

Greece, Kostas Mitroglou, pernah, secara mengejutkan dan tak terduga, keluar sebagai juara di Piala Eropa 2004. Masih inget banget itu tahun yang aneh banget buat gue. Udah juara champion Porto, final Piala Eropa Portugal – Yunani, Yunani pula yang menang.

Kostas Mitroglou, serem yah, gue sih disenyumin juga kabur

Ivory Coast

Yaya Toure

Japan, Keisuke Honda

Prediksi gue sih persaingan di grup ini bakal ketat banget. Tapi tebakan gue yang lolos Colombia sama Greece. Kalo harapan gue nggak ada. Nggak ada yang gue suka banget sih di grup ini. Kalaupun gue suka Jepang sama Yunani itu cuman buat traveling aja. Gue lagi pingin banget traveling ke Jepang sama Yunani. Hahaha nggak nyambung yah. Bodo ah.


Grup D:
Uruguay
Italy
England
Costa Rica

Naaahh! Ini niih grup neraka bangeeettt!!
Liat aja! Udah ada Uruguay, Italy, Inggris. Kebayang nggak sih kalo baru penyisihan grup aja, salah satu dari tiga tim itu udah harus tersingkir? Nggak rela banget kan! Ya gue rela sih kalo Inggris yang tersingkir. Hehehe…

Uruguay itu saat ini berada di urutan ke-7 peringkat FIFA.

Luis Suarez, si ganteng andalan Uruguay

Italy berada di urutan ke-9 peringkat FIFA. Mario Balotelli

Balotelli dan gaya khasnya: buka baju dikit

Inggris bersaing ketat dengan Italy, tapi masih kalah karena Inggris di peringkat ke-10. Wayne Rooney


Costa Rica doang yang minder sendiri karena prestasi tertingginya di Piala Dunia cuma sampai babak 16 besar di Piala Dunia 1990. Abis itu udah sih jadi penggembira. Masuk Piala Dunia juga udah sukur. Di Piala Dunia 2002 mereka disikat Brazil 4 – 2 di penyisihan grup. Tuh kan, Brazil lagi…
Alvaro Saborio

Yang seru adalah selain karena grup neraka, Inggris satu grup sama Italy!
Kenapa seru? Karena kebanyakan penggemar gli azzuri nggak suka sama the three lions, dan begitu juga sebaliknya. Jadi mereka sering cela-celaan. Yah, itulah yang dialami gue dan teman-teman terdekat. Apapun jagoan lo selain Italy, kecil kemungkinannya lo juga suka Inggris.  Gue termasuk penggemar Italy dong! Italy tuh jagoan ke dua gue setelah Brazil. Hihihi dari dulu gue nggak pernah jadi supporter timnas Inggris. Teman-teman, sodara-sodara, orang-orang terdekat gue itu ada yang sesama pendukung Italy, ada juga yang pendukung Inggris. Jadi kalo pas nonton bareng…rame banget!
Kalo harapan gue sih ya Uruguay sama Italy lah yang lolos dari grup ini. Mau juara atau runners-up, itu tergantung posisi Brazil di bagan turnamen. Gue kan pingin Italy ketemu Brazil di final.

Tapi, kalo prediksi gue sih lain lagi. Prediksi gue, Uruguay bisa lolos dengan mudah. Dia pasti menang lawan Costa Rica, terus menang tipis atau seri sama Italy dan Inggris. Nah, Inggris sama Italy ini kebetulan nasibnya juga suka sama, kepleset atau hampir kepleset pas penyisihan grup, pokoknya yang terakhirnya lolos-nggak lolos cuman karena beda selisih gol gitu.

Senin, 09 Juni 2014

Profile Tim-Tim Piala Dunia 2014: part 1

June 9, 2014

Nggak terasa ya, Piala Dunia udah tinggal empat hari lagi lho!
Di post sebelumnya gue udah kasih daftar pesertanya, pembagian grup, dan jadwal turnamennya. Nah, sekarang, dari 32 tim yang terbagi dalam 8 grup tersebut, gue akan bahas per grup. Yah, nggak detail-detail banget sampe semua nama pemain plus tanggal ulangtahunnya segala ada. Kalo mau liat data-data begituan sih liat Wikipedia aja kali.

Gue bahas singkat aja sih, yang penting-penting dari para peserta Piala Dunia 2014 di bawah ini:

Grup A:
Brazil (jagoan gueee!!!)
Croatia
Mexico
Cameroon

Yang pertama gue bahas jelas Brazil dulu dong. Tuan rumah, jagoan gue pula!
Brazil itu identik dengan sepakbola. Konon semua orang Brazil suka sepakbola. Penggemar sepakbola banyak yang idolain timnas Brazil, atau pemain-pemain Brazil. Dari generasi ke generasi pun Brazil terus melahirkan bintang-bintang sepakbola papan atas. Kalo gue bahas bisa panjang banget nih karena setiap generasi sepakbola pasti ada pemain besar dari Brazil. Kalo dari negara lain belom tentu ada tiap generasi. Apalagi kalo ngomongin Piala Dunia. Kenapa? Karena dari Piala Dunia yang pertama kali diadakan di Uruguay, sampai yang sebentar lagi akan diadakan di Brazil, timnas Brazil tidak pernah sekalipun absen sebagai peserta! Brazil adalah satu-satunya tim yang tidak pernah absen. Nggak pernah sakit, izin, alpha, kalo di sekolah gue dulu pasti udah dapet bintang kehadiran.

Selama keikutsertaannya tersebut, Brazil sudah memenangkan 5 Piala Dunia, yaitu pada tahun 1958, 1962, 1970, 1994, dan 2002. Brazil juga menjadi satu-satunya negara yang pernah menjuarai turnamen tersebut di tiga benua: Eropa (Sweden 1958), Amerika (Chile 1962, Mexico 1970, USA 1994), dan Asia (Korea-Japan 2002). Bahkan, seperti halnya Spanyol pada tahun 2010 yang lalu, Brazil pertama kalinya menjuarai Piala Dunia justru di luar benuanya. Sampai saat ini hanya ada dua negara yang berhasil menjuarai Piala Dunia di luar benua mereka, yaitu Brazil dan Spanyol.
Selain memegang rekor juara Piala Dunia 5 kali, rekor gol terbanyak sepanjang Piala Dunia juga sampai saat ini masih dipegang pemain Brazil. Siapaaaa….??? Ya Ronaldo gue laaaahhh!

Ronaldo gue, saat ini masih pencetak gol terbanyak Piala Dunia

Oke, jangan bahas Ronaldo dulu ah, ntar orang bosen… hehe.

Setelah sekitar tahun 1994 – 2006 (perkiraan gue) Brazil menduduki puncak peringkat FIFA, semenjak kekalahan bertubi-tubi, posisi Brazil di peringkat FIFA naik-turun kaya saham. Sampai Juni 2013 lalu mereka memegang rekor posisi terendah mereka, yaitu peringkat 22. Berdasarkan update tanggal 5 Juni 2014, saat ini Brazil berada di peringkat 3 di bawah Spanyol dan Jerman. Ya, lumayan lah.

Gimana dengan timnas Brazil tahun ini?
Timnas Brazil saat ini diasuh, atau bahasa reporter bolanya, diarsiteki oleh Luiz Felipe Scolari, yaitu pelatih yang telah berjasa membawa Brazil menjadi juara dunia pada tahun 2002 di Korea-Jepang. Setelah dilatih Carlos Alberto Parreira (pelatih saat Brazil juara 1994) pada Piala Dunia 2006, dan Carlos Dunga (kapten timnas Brazil Piala Dunia 1998), pada Piala Dunia 2010—dan keduanya berakhir dengan hasil yang sama, tersingkir di babak perempat final—akhirnya di Piala Dunia kali ini Scolari kembali dipercaya memegang Seleção. Scolari sendiri selama itu sudah melatih timnas Portugal pada Piala Dunia 2006 dan klub sepakbola Inggris, Chelsea selama musim 2008 – 2009.

Kalo ngeliat sejarah pelatihnya, Scolari adalah pelatih ke-4 yang kembali dipercaya melatih timnas Brazil setelah sebelumnya pernah membawa Brazil menjadi juara dunia.
Vincente Feola, pelatih yang pertama kali membawa Brazil menjuarai Piala Dunia tahun 1958, gagal mengulangi prestasinya di Piala Dunia 1966. Lalu Mario Zagallo, yang melatih Brazil saat juara Piala Dunia 1970, gagal mengulangi prestasinya saat kembali ditunjuk sebagai pelatih Brazil di Piala Dunia 1998. Carlos Alberto Parreira yang berhasil membawa Brazil juara tahun 1994, juga gagal mengulang prestasinya di tahun 2006. Sementara Aymore Moreira, pelatih timnas Brazil tahun 1962 tidak pernah lagi melatih timnas Brazil. Belum pernah ada pelatih yang memberikan gelar juara dunia lebih dari satu kali. Apakah Scolari akan memecahkan rekor tersebut di Piala Dunia 2014 ini?

Dari segi pemainnya, seperti biasa, timnas Brazil bisa dibilang kurang unggul dari segi penjaga gawang. Bayangin, kipernya masih aja Julio Cesar (main di Kanada, kasiang yah). Kapan sih kiper Brazil jago banget? Dida? Tafarel? Yah, pas Piala Dunia 1994 sih lumayan lah ya Taffarel, di finalnya Brazil menang adu penalty, lawan Italy pula.
Nah, selain itu, Brazil identik dengan barisan depan yang tajem-tajem seperti Adriano, Rivaldo, Ronaldinho, Ronaldo gue (skill sampe giginya tajem-tajem maju ke depan semua gitu).
Saat ini pemain depan andalan Brazil adalah Neymar. Sejak masih sangat muda (dan sekarang pun doi masih muda banget, 1992 bok!), bintang Barcelona ini sudah menonjol karena ketajaman dan kecepatannya. Salah satu bintang lawas Brazil Ronaldinho menyebut Neymar sebagai calon pemain terbaik dunia. Ronaldinho udah termasuk lawas? Iya, tua ya kita (ngomong sama sesama kelahiran 80-an).

Neymar dan jambul andalan

Selain Neymar, Brazil sepertinya hanya mengandalkan Fred (Fluminense) di lini depan. Yah, penggemar sepakbola awam kaya gue taunya cuma  dua itu sih yang jago. Semoga yang lain walaupun kurang kedengeran namanya, skillnya nggak kalah sama Neymar dan Fred. Eh, sama Neymar udah pasti kalah sih.
Terus di tengah… siapa ya? Paulinho?
Yang paling keren malah barisan pertahanannya. Tahun ini, bintang-bintang Brazil malah ngumpul di belakang, duduk-duduk ngerumpi sambil arisan. Di antaranya ada Marcelo (Real Madrid), kapten Thiago Silva (PSG), Dani Alves (Barca dong!), David Luis (Chelsea), lumayan lah ya, rapet. Eits…, jangan lupa, ada sodaranya Maicih juga di sana, namanya Maicon (AS Roma). Pedes-pedes gimana gitu.
Nah, tapi kalo menurut gue, pemain-pemain Brazil itu, walaupun terkenal jago-jago, tapi attitude-nya kurang baik. Menurut pengamatan gue di setiap Piala Dunia sih begitu. Mereka nggak selalu temperamental atau apa gitu sih. Tapi seringkali mereka itu nggak punya mental juara. Liat aja Piala Dunia 2006 dan 2010. Mereka itu baru ketinggalan satu gol aja udah jatuh mentalnya, mainnya jadi ngaco, terus mulai protes-protes, diving-diving, marah-marah, malu-maluin orang Brazil kaya gue aja deh ah. Pas mereka juara sih emang karena udah di atas angin aja sih, karena timnya emang udah kuat dan ideal banget.
Nah sekarang Neymar, jago sih jago. Tapi kalo ngeliat attitude-nya selama ini… ugh! Yah, masih remaja ababil sih maklum.
Semoga saja sih… sebagai penggemar berat tim samba, harapan subyektif gue adalah melihat Scolari berhasil mengulang prestasinya di tahun 2002.

Aduh, kok jadi kepanjangan ya bahas timnas Brazil? Kalo semua tim gue bahas sepanjang itu, capek juga nulisnya, yang baca juga males kan. Kecuali kalo emang mau ngebahas satu tim per artikel. Yah, tim-tim lainnya gue ngebut aja nggak papa ya. Hehehe jadi curang gitu. Nggak papa lah, bukan blogger professional ini… namanya juga iseng-iseng nggak berhadiah. Hehe…

Kalo dari komposisinya, kayaknya sih Brazil udah pasti lolos lah ya dari penyisihan grup. Tapi baik Croatia, Mexico, dan Cameroon juga bukan tim-tim yang bisa diremehkan begitu aja lho!
Cameroon yang diarsiteki oleh pelatih asal Jerman, Volker Finke, adalah salah satu tim terkuat di Afrika. Menempati posisi ke-56 dalam peringkat FIFA, 7 besar dari semua negara Afrika yang masuk peringkat FIFA. Pemain andalan yang gue tau cuma Samuel Eto’o (Chelsea) aja sih. Tapi kelebihan tim-tim Afrika itu kecepatan dan stamina pemain-pemainnya. Prestasi terbaik Cameroon dalam Piala Dunia hanya sampai babak perempat final, dan itu pun terjadi sekali doang, di tahun 1990.

Eto'o dan mata genitnya

Tim lainnya adalah Mexico. Salah satu tim Amerika latin ini adalah peringkat ke-20 FIFA. Seperti Cameroon, prestasi terbaik mereka dalam Piala Dunia juga masuk perempat final. Bedanya mereka udah dua kali masuk babak perempat final, tapi tahunnya lebih lawas lagi, tahun 1970 dan 1986. Piala Dunia kali ini Mexico dilatih oleh pelatih lokal, Miguel Herrera, yang juga pensiunan pemain profesional. Kebanyakan komposisi pemainnya berasal dari klub-klub lokal juga sih. Pemain bintangnya siapa ya? Javier Hernandez-nya MU lah. Itu doang kayanya yang cukup terkenal. Hihi…

Javier Hernandez memerankan Castiel dalam Supernatural..hehe

Menurut gue yang bakal jadi saingan terberat Brazil di grup ini adalah Croatia. Tim yang menempati urutan ke-18 dalam peringkat FIFA ini cukup menarik perhatian gue sejak mereka keluar sebagai juara ke-3 di Piala Dunia 1998. Croatia dilatih oleh pelatih dalam negri Niko Kovac. Pelatih muda ini adalah mantan pemain bintang juga di negaranya. Sebelum melatih timnas Croatia, doi sempat melatih timnas Croatia u-21. Di dalam squad Croatia terdapat pemain-pemain bintang seperti Luka Modric (Real Madrid), Mario Mandzukic (Muenchen), dan Dario Srna (Shaktar Donetsk). Dan kabar baiknya adalah… Croatia menjadi tim pertama yang akan menghadapi Brazil di pembukaan Piala Dunia 2014.


Luka Modric, walaupun luka tapi tetep main, jagoan kan!

Yah…, secara netral pun prediksi gue Brazil bisa lah menangin tiga-tiganya di penyisihan grup. Paling-paling Croatia runners-up grup A.

to be continued...