Minggu, 15 Juni 2014

Babak Penyisihan, Group C: Colombia - Greece, Ivory Coast - Japan

Colombia 3         –             0 Greece
Pablo Armero ‘5
Teófilo Gutiérrez ‘58
James Rodríguez ‘90+3

Di pertandingan pertama di babak penyisihan Grup C, Colombia sukses melibas Yunani 3 - 0.


Ivory Coast 2                     –             1 Japan
Wilfried Bony ’64              Keisuke Honda ‘16
Gervinho ‘66

Pada babak pertama, Jepang masih mampu mengimbangi permainan Ivory Coast. Bahkan baru 16 menit pertandingan berjalan, Jepang sudah unggul 1 - 0 melalui gol yang dicetak Keisuke Honda. Pertahanan Jepang tampak rapi dan disiplin sepanjang pertandingan. Namun, di babak ke-2, mungkin stamina para pemain Jepang tidak mampu menyaingi stamina pemain-pemain Ivory Coast, dan pertahanan mereka mulai kedodoran. Di menit ke-64 akhirnya Ivory Coast berhasil menyamakan kedudukan menjadi 1-1 melalui gol Wilfried Bony. Hanya berselang dua menit, Ivory Coast malah membalikkan kedudukan menjadi 2-1 melalui gol Gervinho. Skor itu bertahan sampai akhir pertandingan.



Pencetak gol terbanyak sementara:
2
Neymar (Brazil)
Van Persie, Robben (Netherlands)

1
Oscar (Brazil)
Peralta (Mexico)
Xabi Alonso (Spain)
De Virjk (Netherlands)
Alexis Sanchez, Valdivia, Beausoujour (Chile)
Tim Cahill (Australia)
Teófilo Gutiérrez, James Rodríguez, Pablo Armero (Colombia)
Edinson Cavani (Uruguay)
Joel Campbell, Óscar Duarte, Marco Ureña (Costa Rica)
Marchisio, Balotelli (Italy)
Sturridge (England)
Keisuke Honda (Japan)
Wilfried Bony, Gervinho (Ivory Coast)


27 gol dicetak 24 pemain dari 13 tim/negara.

Sabtu, 14 Juni 2014

Babak Penyisihan, Grup D: Uruguay - Costa Rica, Italy - England

Sebel sih, jadi nggak urut gini.. Harusnya kan abis C terus baru D. Tapi yg C belum selesai, masi nanti malem. Nyeseknya, saya kira tadi pagi jam 2 itu masi group C! Ternyata Uruguay - Costa Rica! Papi nggak bangunin siiihh... *nyalahin orang

Uruguay 1 - 3 Costa Rica
Edinson Cavani '24 (p) - Joel Campbell '54, Oscar Duarte '57, Marco Ureña '84

Hasil dari pertandingan ini mungkin cukup mengejutkan bagi banyak orang. Uruguay adalah tim yang cukup diunggulkan, sebagai juara 3 di Piala Dunia 2010 yang lalu. Peringkat FIFA juga jauh di atas Costa Rica, dan pemain-pemainnya juga lebih terkenal. Tapi itu semua memang tidak bisa menjamin hasil pertandingan.
Di babak pertama kedua tim bermain imbang, nyaris tanpa gol. Nyaris. Satu-satunya gol bagi Uruguay terjadi hanya karena penalty di menit ke-24 yang sukses dieksekusi Edinson Cavani.
Jaman di babak ke-2 permainan berubah. Costa Rica jadi sangat menguasai pertandingan. Dimulai dari gol Joel Campbell di menit ke-54, yang disusul gol ke dua dari Óscar Duarte hanya berselang waktu 3 menit dari gol pertama, Costa Rica terus membombardir barisan pertahanan Uruguay yang mulai panik. Terbukti dengan banyaknya kartu yang diterima penain-pemain Uruguay di babak ini. Bahkan, menjelang akhir pertandingan, Pereira mendapat kartu merah, enam menit setelah Marco Ureña memastikan kemenangan Costa Rica 3 - 1 atas Uruguay.


Italy 2 - 1 England
Marchisio '35, Balotelli '50 - Sturridge '37

Pertandingan ke dua di grup neraka ini adalah pertandingan yang sangat ditunggu-tunggu pecinta sepakbola dunia, yaitu Italia berhadapan dengan Inggris.
Kedua tim bermain cukup imbang, dengan permainan yang sama-sama cantik dan bersih. Selama 2/3 babak bermain saling menyerang namun imbang tanpa gol, pada menit ke-35 terjadi gol yang apik sekali dari kaki Marchisio. Pirlo berlari mengalihkan perhatian, sementara Marchisio mencetak gol dengan tendangan mendatar dari jarak...meter, menembus barisan pertahanan Inggris.
Goal itu membuat Italia unggul 1-0. Namun, belum lagi para tifosi selesai merayakan, Inggris langsung menyusul di menit ke-37 melalui gol Strridge yang tidak kalah ciamik.
Babak pertama berakhir imbang 1-1.
Di babak ke-2, Balotelli mencetak gol melalui sundulan di menit ke-50. Itulah gol terakhir yang terjadi di pertandingan ini. Di babak ke-2 ini, para pemain, terutama pemain-pemain Inggris, tampak sudah sangat kelelahan. Mungkin kritik Roy Hodgson atas cuaca panas yang ekstrim ada benarnya.
Pertandingan berakhir dengan kemenangan Italia 2 - 1. Forza Italia!


Pencetak gol terbanyak sementara:

2
Neymar (Brazil)
Van Persie, Robben (Netherlands)

1
Oscar (Brazil)
Peralta (Mexico)
Xabi Alonso (Spain)
De Virjk (Netherlands)
Alexis Sanchez, Valdivia, Beausoujour (Chile)
Tim Cahill (Australia)
Teofilo Gutierrez, James Rodriguez, Pablo Armero (Colombia)
Edinson Cavani (Uruguay)
Joel Campbell, Oscar Duarte, Marco Ureña (Costa Rica)
Marchisio, Balotelli (Italy)
Sturridge (England)

24 gol dicetak 21 pemain dari 11 tim/negara.

Os Estadios da Copa Mondial: part 2


Lanjutan dari pembahasan mengenai 12 stadion tuan rumah Piala Dunia 2014 yang kemaren nih!

1.      Arena da Amazônia, Manaus
Kapasitas: 46,000 orang
Digunakan pada pertandingan:

-        Penyisihan Group D England vs Italy, June 15, 2014
-        Penyisihan Group A Croatia vs Cameroon, June 19, 2014
-        Penyisihan Group G Portugal vs USA, June 23, 2014
-        Penyisihan Group E Switzerland vs Honduras, June 26, 2014



Walaupun stadion ini hanya menyelenggarakan pertandingan-pertandingan babak penyisihan grup, tapi bagi gue ini adalah stadion terbaik dari 12 stadion yang digunakan sepanjang Piala Dunia 2014. Jadi mohon maklum kalo gue juga akan ngebahas agak panjang mengenai stadion yang satu ini.
Terbaik? Kenapa?
Bayangin ya, stadion ini dibangun di Manaus, sebuah kota yang terletak di jantung hutan hujan Amazon! Ya jadi karena itulah dinamakan Arena da Amazônia, bukan karena Dina lapar. *Plis deh Tar!
Sumpah ini lokasinya keren banget! Bahkan tanpa embel-embel Tuan Rumah Piala Dunia pun, Manaus adalah tujuan wisata yang wajib dikunjungi karena keindahannya. Sebenernya Manaus sendiri malah bukan daerah yang identik dengan sepakbola. Tapi karena keindahannya itu tadi lah, FIFA memutuskan Manaus sebagai salah satu kota penyelenggara Piala Dunia 2014.
Kedua, tuh, liat aja. Menurut gue, secara estetika, konsep, dan fungsi, desainnya sendiri memang terbaik, terindah, terunik. Keren banget!
Stadion ini didesain menyerupai sebuah keranjang anyaman, yang merupakan produk lokal yang khas dari Manaus. Desainnya dibuat oleh perusahaan arsitektur Jerman, gmp Architekten. Melihat lokasinya yang berada di tengah Hutan Hujan Amazon, para pendiri stadion sengaja membuat stadion ini menjadi stadion yang ramah lingkungan, yang bisa ikut melestarikan keindahan Hutan Hujan Amazon.
Contoh teknologi ramah lingkungan yang sudah diterapkan di stadion ini adalah system yang bisa menampung dan menyaring air hujan sehingga bisa digunakan untuk kamar mandi, toilet, dan fasilitas-fasilitas pengairan lainnya di stadion.
Berlimpahnya cahaya matahari yang menyinari daerah ini juga dimanfaatkan untuk sumber energi. Selain energi matahari, sebuah layar tanaman juga diciptakan untuk menghasilkan energi penghijauan sekaligus untuk mengatur suhu di stadion.
Stadion ini dibangun di atas lokasi yang dulunya merupakan stadion tua Vivaldão. Stadion tua itu telah dihancurkan pada tahun 2010, dan konstruksi pertama dari yang kini adalah Arena da Amazônia dimulai pada tahun 2011 dan selesai pada Desember 2013, hanya 6 bulan menjelang Piala Dunia 2014. Bahkan pada bulan Februari 2014 sebenarnya stadion masih mengalami rekonstruksi, sehingga sempat diragukan kemampuannya untuk menjadi tuan rumah Piala Dunia 2014. Namun akhirnya pihak pengembang berhasil meyakinkan FIFA dengan diadakannya pertandingan pertama di stadion tersebut pada bulan Maret 2014, yaitu pertandingan Nacional melawan Remo.
Selain stadion sepakbola, Arena da Amazônia juga memiliki sambadrome Manaus, fasilitas atletik, kolam renang, dan fasilitas-fasilitas olahraga lainnya.
Walaupun bukan tempat yang terkenal dengan sepakbola, Manaus adalah kandang bagi banyak klub sepakbola di Amazon. Salah satunya adalah Nacional FC yang terkenal sebagai klub yang paling sering meraih gelar negara bagian. Klub lainnya adalah São Raimundo EC yang sukses dalam penampilannya di Copa do Brasil. Selepas Piala Dunia, Arena da Amazônia akan menjadi kandang dari Nacional, São Raimundo, dan Sul América.
Satu informasi menarik lagi mengenai stadion futuristic nan canggih ini. Pelatih timnas Inggris dikabarkan mengritik lokasi dari stadion, karena menganggap panasnya yang ekstrim akan menyulitkan para pemain. Walikota Manaus kemudian menyatakan bahwa siapapun yang mengritik stadion dan kota itu, tidak akan mendapat sambutan yang ramah di kota itu.
Dan tebak apa! Inggris akan menghadapi pertandingan pertama mereka melawan Italia di stadion Arena da Amazônia ini! Hah! Rasakan!!!

2.      Arena Pernambuco, Recife
Kapasitas: 46,154 orang
Digunakan pada pertandingan:

-        Penyisihan Group C Ivory Coast vs Japan, June 15, 2014
-        Penyisihan Group D Costa Rica vs Italy, June 21, 2014
-        Penyisihan Group A Croatia vs Mexico, June 24, 2014
-        Penyisihan Group G Germany vs USA, June 27, 2014
-        Babak 16 besar Juara Group D vs Runners-up Group C, June 30, 2014



Itaipava Arena Pernambuco merupakan sebuah stadion sepak bola yang terletak di São Lourenço da Mata, Brasil. Memiliki kapasitas 46.154 kursi. Dipakai untuk pertandingan sepak bola dan digunakan sebagai tuan rumah pertandingan selama Piala Dunia 2014.
Stadion ini merupakan markas klub Náutico.

3.      Estadio Beira-Rio, Porto Alegre
Kapasitas: 56,000 orang
Digunakan pada pertandingan:

-        Penyisihan Group E France vs Honduras, June 16, 2014
-        Penyisihan Group B Netherlands vs Australia, June 19, 2014
-        Penyisihan Group H Algeria vs South Korea, June 23, 2014
-        Penyisihan Group F Argentina vs Nigeria, June 26, 2014
-        Babak 16 besar Juara Group G vs Runners-up Group H, July 1, 2014



4.      Arena Fonte Nova, Salvador
Kapasitas: 55,000 orang
Digunakan pada pertandingan:

-        Penyisihan Group B Spain vs Netherlands, June 14, 2014
-        Penyisihan Group G Germany vs Portugal, June 17, 2014
-        Penyisihan Group E Switzerland vs France, June 21, 2014
-        Penyisihan Group F Bosnia-Herzegovina vs Iran, June 26, 2014
-        Babak 16 besar Juara Group H vs Runners-up Group G, July 2, 2014
-        Babak perempat final antara pemenang Juara B vs RU A dengan pemenang Juara D vs RU C, July 5, 2014



Kompleks Olahraga dan Budaya Octávio Mangabeira (nama resmi bahasa Portugis: Complexo Esportivo Cultural Octávio Mangabeira) atau Itaipava Arena Fonte Nova (nama karena alasan sponsor), atau yang lebih dikenal dengan Arena Fonte Nova, adalah stadion sepak bola yang terletak di Salvador, Brasil.
Pada awal Januari 2013, pengerjaan stadion ini telah mencapai 90%, menjadikannya sebagai stadion keempat yang tahap pembangunannya paling maju dari dua belas stadion lainnya yang akan menjadi tuan rumah Piala Konfederasi 2013 maupun Piala Dunia 2014. Pada bulan Maret, pengerjaanya telah mencapai 99% dari pekerjaan yang telah selesai. Stadion ini diresmikan pada 5 April 2013, ditandai dengan kehadiran Presiden, Dilma Rousseff. Pertandingan pertama di stadion adalah laga klasik Ba-Vi, yang digelar dua hari kemudian, di mana Vitoria menjadi pemenangnya. Renato Caja, pemain Vitoria, mencatatkan namanya sebagai pencetak gol pertama di stadion tersebut.
Sebelumnya, nama dari stadion ini adalah Stadion Fonte Nova. Untuk pembangunan arena baru, struktur lama tersebut dihancurkan pada 29 Agustus 2010 guna memberi jalan bagi pembangunan Arena Fonte Nova, sebuah proyek yang sudah dikonfirmasi untuk menjadi tuan rumah Piala Dunia 2014.

Selain Piala Dunia 2014, Arena Fonte Nova juga akan menjadi tuan rumah pertandingan Olimpiade Musim Panas 2016. Meskipun kota tuan rumah acara tersebut adalah Rio de Janeiro, namun pertandingan sepak bola pria dan wanita juga akan digelar di empat kota lain, di antaranya adalah Salvador, di mana permainan berlangsung di Arena Fonte Nova, meningkatkan investasi Piala Dunia.

Jumat, 13 Juni 2014

Babak Penyisihan, Group B: Spain - Netherlands, Chile - Australia

sPAIN 1                –             5 Netherlands
Alonso ’27 (p)                    Van Persie ’44, ‘72
                                             Robben ’53, ‘80
                                             De Virjk ‘64

Yah gitu deh, pokoknya Spanyol dibombardir abis-abisan, pertahanannya diobrak-abrik sampe jebol, ngga usah banyak tanya! Tuh udah ada kan nama-nama dan menit-menitnya di atas! à langsung nggak professional gitu, emang susah deh kalo mau sok-sok jadi reporter bola tapi subyektif… x-p
Oke, oke… saya bahas juga deh terpaksa.
Babak pertama sebenarnya berjalan cukup imbang. Baik Belanda maupun Spanyol bermain dengan cukup ngotot. Setelah Alonso sukses mengeksekusi penalty di menit ke-27, menit ke-44 Van Persie berhasil menyamakan kedudukan menjadi 1 – 1. Skor itu bertahan sampai turun minum.
Namun, di babak ke-2, Belanda benar-benar ngamuk. Entah apa yang terjadi di ruang ganti selama waktu istirahat 15 menit, tapi semangat anak-anak asuhan Luis Van Gaal jelas kebakaran di babak ke-2 ini. Diawali dengan gol Arjen Robben yang luaaar biasa cantik di menit ke-53, Belanda memulai pembantaiannya di babak ke-2. Gol cantik Robben disusul gol De Virjk di menit ke-64. Kemudian Van Persie mencetak gol ke duanya di menit ke-72. Pembantaian tersebut diakhiri dengan gol ke dua Robben pada menit ke-80. Iker Casillas tampak pontang-panting berusaha menyelamatkan gawang, berubah jadi Iker Casillan (baca: Iker Kasian).
Yang jelas Belanda bukan cuma sukses membalas kegagalan mereka meraih gelar juara, akibat kekalahan dari Spanyol, di final Piala Dunia empat tahun lalu, tapi juga telah mempermalukan sang juara bertahan. Hasil yang fantastis ini tentu mengejutkan banyak orang. Sebelum pertandingan, banyak penggemar bola yang sangat menjagokan Spanyol, salah satunya saya.
Pembantaian ini jelas meruntuhkan mental tim asuhan Vincente Del Bosque tersebut beserta pendukungnya. Tapi perjalanan belum berakhir. Masih ada dua pertandingan untuk masing-masing tim. Spanyol masih punya kesempatan besar untuk lolos dari penyisihan grup.


Chile 3                  –             1 Australia
Alexis Sanchez ’12                           Cahill ‘35
Jorge Valdivia ‘14
Jean Beaousoujour '90+2

Pertandingan lainnya adalah antara Chile dengan Australia. Chile yang sudah menggebrak dari menit-menit awal, langsung sukses membobol gawang Australia pada menit ke-12 melalui gol bintang andalan mereka, Alexis Sanchez. Tak lama berselang, Chile kembali menambah keunggulan melalui gol Valdivia di menit ke-14.
Australia berhasil memperkecil ketinggalan mereka berkat sundulan Cahill di menit ke- 35. Setelah itu tidak ada lagi gol yang tercipta sampai pada injury time menit ke-2 babak ke-2, Jean Beausoujour menambah keunggulan Chile menjadi 3 - 1.




Pencetak gol terbanyak sementara:
2             Neymar (Brazil), Van Persie, Robben (Netherlands)
1             Oscar (Brazil), Peralta (Mexico), Xabi Alonso (Spain), De Virjk (Netherlands), Alexis Sanchez , Valdivia, Beausoujour (Chile), Tim Cahill (Australia)


Babak Penyisihan, Group A: Brazil - Croatia, Mexico - Cameroon

June 13, 2014

Brazil 3                                –             1 Croatia
Neymar '20 (p), '71                            Marcelo '11 (og)
Oscar '90

Piala Dunia 2014 yang ditunggu-tunggu telah dimulai. Dibuka oleh pertandingan antara tim tuan rumah Brazil dengan salah satu tim kuda hitam Eropa, Croatia. Meski diunggulkan karena nama besar dan posisinya sebagai tuan rumah, Brazil tampil kurang maksimal di pertandingan perdana tersebut. Meski tidak diunggulkan, Croatia tampak lebih menguasai bola sepanjang babak pertama. Barisan pertahanan Brazil berantakan, seolah panic menghadapi gempuran-gempuran agresif dari Croatia. Bahkan, di menit ke-11, Brazil sempat tertinggal lebih dulu melalui gol bunuh diri Marcelo. Namun, setelah gol Neymar menyamakan kedudukan di menit ke-20, mental anak-anak asuh Luis Felipe Scolari itu mulai terangkat, walau pertahanannya masih saja berantakan. Babak pertama berakhir dengan skor imbang 1 – 1.
Skor imbang tersebut bertahan sampai pertengahan babak ke dua. Pada menit ke-71, Brazil menjadi unggul 2 – 1 ketika Neymar terjatuh (atau menjatuhkan diri) di kotak penalty dan sukses mengeksekusi hadiah penalty dari wasit. Di menit terakhir babak ke-2, Brazil berhasil mematahkan serangan Croatia dan berhasil memanfaatkan serangan balik untuk menambah keunggulan mereka menjadi 3 – 1 melalui gol Oscar.



Mexico 1             –             0  Cameroon
Peralta '61

Pertandingan lainnya di grup A adalah Mexico berhadapan dengan Cameroon. Hujan deras yang terus mengguyur sepanjang berlangsungnya pertandingan, sama sekali tidak mengurangi semangat kedua tim. Cameroon dan Mexico sama-sama bermain ngotot sejak awal babak pertama. Serangan-serangan agresif baik dari Cameroon maupun Mexico menghasilkan 2 gol untuk Mexico dan 1 gol untuk Cameroon, yang sayangnya ketiganya dianulir wasit karena terjadi dalam posisi offside. Babak pertama berakhir imbang tanpa gol.
Setelah melancarkan serangan bertubi-tubi, akhirnya Oribe Peralta memecah kebuntuan dengan golnya di menit ke-61 yang membuat Mexico unggul 1 – 0.



Pencetak gol terbanyak sementara:
2             Neymar (Brazil)

1             Oscar (Brazil), Peralta (Mexico)

Os Estadios da Copa Mondial: part 1

Buat gue, salah satu daya tarik dari setiap Piala Dunia adalah stadion-stadionnya. Kenapa? Karena, selain desain-desainnya yang serba unik dan indah, stadion-stadion itu juga punya cerita di balik pembangunannya, dan bagi stadion yang sudah berdiri sejak lama, sudah banyak peristiwa bersejarah yang terjadi di dalamnya.



Untuk Piala Dunia tahun ini, Brazil sebagai tuan rumah khusus membangun beberapa stadion baru dan juga merenovasi beberapa stadion lama. Totalnya ada 12 stadion di 12 kota yang akan menjadi tuan rumah Piala Dunia 2014. Karena stadionnya ada 12, dan pesertanya terbagi ke dalam 8 grup masing-masing 4 tim, sehingga ada 48 pertandingan di babak penyisihan grup, maka setiap stadion masing-masing kebagian 4 pertandingan babak penyisihan grup. Selanjutnya, ada stadion yang digunakan untuk babak 16 besar, perempat final, semifinal, perebutan juara ke-3, dan final.

Berikut adalah stadion-stadion itu:

1.      Arena Corinthians, São Paulo
Kapasitas: 48,234 orang
Digunakan pada pertandingan:

-        Penyisihan Group A Brazil vs Croatia, June 13, 2014
-        Penyisihan Group D Uruguay vs England, June 20, 2014
-        Penyisihan Group B Netherlands vs Chile, June 24, 2014
-        Penyisihan Group H Belgium vs South Korea, June 27, 2014
-        Babak 16 besar Juara Group F vs Runners-up Group E, July 2, 2014
-        Babak semifinal ke dua, July 10, 2014



Kenapa gue bahas stadion ini pertama kali? Karena di sinilah akan dimulainya pertandingan pertama di Piala Dunia 2014 ini, yaitu antara tim tuan rumah, Brazil berhadapan dengan Croatia. Di stadion ini jugalah akan diselenggarakannya pertandingan terakhir pada babak penyisihan grup, yaitu pertandingan antara Belgia melawan Korea Selatan, bersamaan dengan pertandingan Algeria melawan Rusia di stadion lainnya.
Stadion ini mulai dibangun pada tahun 2011 oleh arsitek Anibal Coutinho dan insinyur Werner Sobek. Udah sobek masih aja dipake tuh si Werner... *Apa sih Tar?*
Gue suka banget desainnya yang simple, minimalis, dan modern. Coba tuh liat, atapnya cuma kotak, simple banget gitu, warnanya serba putih, lucu juga kayanya buat dijadiin tempat tisu ya.
Layout bangunannya agak-agak futuristic gimana gitu. Ada ruang-ruang kosong yang mungkin dimaksudkan untuk penonton jalan-jalan selama nunggu pergantian babak, sambil foto-foto buat dipasang di social media. Keren banget deh pokoknya!
Kenapa stadion ini jadi begitu pentingnya buat gue? Karena stadion Arena Corinthians ini adalah markas masa depan bagi klub SC Corinthians Paulista. So what? Ehm… Ronaldo, the real one, my Ronaldo, yep that Ronaldo, mengakhiri karirnya di klub tersebut. Hihi nggak papa ya agak subyektif dikit, namanya juga cewek.
Anyway, stadion ini jadi stadion terbesar ke lima dalam Liga Brasil dan stadion ke sebelas terbesar di Brasil, dengan kapasitas tempat duduk 48,234 kursi, yang khusus untuk menyelenggarakan Piala Dunia tahun ini, ditambah kapasitasnya jadi 65,000 kursi. Waah… kira-kira aman nggak ya? *ala presenter On The Spot*

2.      Arena das Dunas, Natal
Kapasitas: 45,000 orang
Digunakan pada pertandingan:

-        Penyisihan Group A Mexico vs Cameroon, June 14, 2014
-        Penyisihan Group G Ghana vs USA, June 17, 2014
-        Penyisihan Group C Greece vs Japan, June 20, 2014
-        Penyisihan Group D Uruguay vs Italy, June 25, 2014



Stadion yang didirikan di Kota Natal, Negara Bagian Rio Grande do Norte ini dirancang oleh perusahaaan arsitektur Amerika, Populous, dan dibangun oleh perusahaan konstruksi OAS dan Pemerintah Rio Grande do Norte.
Ini adalah salah satu desain stadion yang menurut gue oke banget. Stadion ini kelihatan modern banget karena emang baru dibangun tahun 2011 khusus untuk Piala Dunia. Sebelumnya, lokasi yang sekarang menjadi Arena das Dunas ini adalah bekas Stadion Machadão dan gimnasium Machadinho, yang telah dibongkar pada tahun 2011.
Selain desain atapnya yang elegan dan unik, layout bangku-bangkunya juga tampak fleksibel dan nyaman dengan warna biru langit yang menyejukkan. Desain layout bangkunya memang dibuat fleksibel sehingga, pada Piala Dunia nanti, kapasitas stadion yang 28,000 orang direncanakan mampu menampung 45,000 penonton.
Selain stadion, Arena das Dunas juga merupakan kompleks serbaguna.

3.      Arena Pantanal, Cuiaba
Kapasitas: 42,968 orang
Digunakan pada pertandingan:

-        Penyisihan Group B Chile vs Australia, June 14, 2014
-        Penyisihan Group H Russia vs South Korea, June 18, 2014
-        Penyisihan Group F Bosnia-Herzegovina vs Nigeria, June 22, 2014
-        Penyisihan Group C Colombia vs Japan, June 25, 2014



Stadion yang satu ini dibangun pada tahun 2010 untuk menggantikan stadion sebelumnya, yaitu Stadion José Fragelli, atau “Verdão”, stadion utama di Kota Cuiaba, yang telah dihancurkan. Stadion baru ini dibangun dengan memenuhi persyaratan FIFA.
Desain stadion ini kelihatan megah banget, walaupun gue pribadi kurang suka desainnya yang terlalu kotak-kotak. Tapi mungkin memang itu konsepnya, entahlah. Yang jelas, emang kelihatannya rapi banget, kaya tugas Nirmana Ruang pas gue kuliah di DKV dulu.
Btw, layout bagian dalamnya mengingatkan pada arena baseball, ya nggak sih?
Setelah Piala Dunia berakhir, stadion ini akan menjadi kandang tetap Mixto EC dan Cuiaba EC.

4.      Arena da Baixada, Curitiba
Kapasitas: 43,900 orang
Digunakan pada pertandingan:

-        Penyisihan Group F Iran vs Nigeria, June 17, 2014
-        Penyisihan Group E Ecuador vs Honduras, June 21, 2014
-        Penyisihan Group B Spain vs Australia, June 24, 2014
-        Penyisihan Group H Algeria vs Russia, June 27, 2014



Ini adalah salah satu stadion lama yang direnovasi untuk menyambut Piala Dunia 2014. Bukan lama lagi, tapi tuaaa banget! Tebak berapa umurnya! Stadion Arena da Baixada ini sudah berdiri selama 100 tahun! Iya, tepat 100 tahun!
Nah gue demen banget nih ngebahas yang tua-tua.
Tepat 100 tahun yang lalu, pada tahun 1914 stadion ini pertama kalinya dibuka di wilayah Água Verde, Curitiba, Paraná. Água Verde itu kalo di daerah Jabodetabek atau Jawa Barat Ci… ijo tuh bahasa sundanya apa ya?
Kerennya lagi nih, lokasi tempat didirikannya stadion ini adalah bekas depot bubuk mesiu Angkatan Darat Brasil.
Pertandingan yang pertama kali dimainkan di stadion ini adalah Flamengo melawan Internacional, pada 6 September 1914. Pertandingan itu berakhir dengan kemenangan telak Flamengo 7-1. Gol pertama di stadion ini dicetak oleh pemain Flamengo, Arnaldo. Walau demikian, stadion ini adalah kandang bagi klub Atlético Paranaense, yang juga memiliki dan mengoperasikan stadion ini.
Sejarah stadion ini cukup panjang buat diceritain.
Pada tahun 1934, nama stadion Arena da Baixada diganti menjadi Estádio Joaquim Américo Guimarães, sesuai nama pengusaha yang mencetuskan ide dan mendanai pembangunannya.
Walaupun sudah berdiri sejak tahun 1914, stadion ini tidak digunakan pada saat Piala Dunia 1950 diselenggarakan di Brazil. Pada saat itu stadion yang digunakan Curitiba sebagai kota tuan rumah adalah Estádio Vila Capanema.
Arena da Baixada sempat ditutup dari tahun 1970 something sampe 1984. Stadion ini sempat beroperasi kembali dari tahun 1984 sampai 26 Desember 1997, saat bangunan lamanya dihancurkan karena akan didirikannya bangunan baru, dengan desain oleh arsitek Mexico, Carlos Arcos. Pembangunan stadion baru berakhir di bulan Juni 1999. Kalau dilihat, desain stadionnya itu klasik, stadion Eropa banget, tepatnya Inggris banget, dari warna, layout, dan desainnya secara keseluruhan.
Sejak renovasi diselesaikan pada bulan Juni 1999, Estadio Joaquim Américo telah dianggap sebagai salah satu stadion yang paling modern dan terbaik di Brasil.
Pada tahun 2005, stadion tersebut berganti nama menjadi Kyocera Arena, setelah perusahaan Jepang, Kyocera membeli hak penamaan.
Laga pertama di stadion berkonstruksi baru, dimainkan pada 24 Juni 1999, ketika Atlético Paranaense mengalahkan Cerro Porteño dari Paraguay 2-1. Gol pertama dari stadion setelah pembukaan kembali dicetak oleh pemain Atlético, Lucas.
Rekor kehadiran penonton terbanyak hingga saat ini adalah 31.740 penonton, yang ditetapkan pada 16 Desember 2001 ketika Atlético Paranaense mengalahkan São Caetano 4-2, pada pertandingan pertama final Kejuaraan Brasil tahun itu.
Tahun 2008, setelah tidak lagi terikat kontrak hak penamaan dengan Kyocera, akhirnya stadion ini kembali dinamakan Arena da Baixada sesuai namanya pertama kali.
Untuk menjadi tuang rumah di Piala Dunia 2014 ini, stadion ini kembali mengalami renovasi. Bukan renovasi total sih. Ada penambahan dan perbaikan fasilitas, salah satunya adalah kapasitasnya, yang sebenarnya cuma 28,413, untuk Piala Dunia ini diperluas hingga 43,900 kursi. Proses renovasi itu sendiri bukannya tanpa rintangan. Pada tahun 2013 renovasi sempat terhenti karena kasus hak-hak pekerja. Tapi ternyata sekarang Arena da Baixada telah selesai direnovasi dan siap menjamu para penonton!

To be continued…

Rabu, 11 Juni 2014

Profil Tim-tim Piala Dunia 2014: part 3

June 12, 2014

Grup E:
Switzerland
Ecuador
France
Honduras

Grup F:
Argentina
Bosnia-Herzegovina
Iran
Nigeria

Grup G:
Germany
Portugal
Ghana
USA

Grup H:
Belgium
Algeria
Russia
South Korea

Walaupun gue banyak mengaitkan peringkat FIFA dengan kekuatan tim-tim peserta Piala Dunia 2014, tapi peringkat itu nggak menjamin sih. Karena dari 32 tim yang lolos ke Piala Dunia, nggak semuanya masuk 32 besar peringkat FIFA.
Indonesia 157.

Harapan vs prediksi:
Melihat pembagian grup dan bagan turnamennya,



1. Kalau harapan terkabul:
- Brazil nggak akan ketemu satupun dari tiga tim favorit lainnya sampai di final --> perfect!
- Spanyol bakal langsung ketemu Italy di babak perempat final, tapi nggak papa, dengan harapan Italy yang menang, terus ketemu Argentina di semifinal --> perfect juga! mending Spanyol yang nggak masuk semifinal daripada Argentina
- Naah! Kerennya kalau harapan terkabul adalah, semifinalnya bakal Italy vs Argentina dan Portugal vs Brazil --> orang-orang keturunan Italy paling banyak di Argentina, orang-orang Brazil ya banyak keturunan Portugis lah, dalam dunia sepakbola kan Portugal disebut Brazil-nya Eropa
- Argentina ketemu Portugal di perebutan juara 3 --> Messi vs Ronaldo --> perfect!
- Argentina ngalahin Portugal terus jadi juara 3
- Italy dan Brazil ketemu di final --> perfect!
- Brazil juara! Italy runners-up, Argentina 3rd Place--> perfect! Amin!

2. Kalau prediksi saya tepat:
- Begitu lolos penyisihan grup, Brazil bakal langsung ketemu Belanda di 16 besar. Horor banget!
- Walaupun butuh usaha keras, mati-matian, empot-empotan, mungkin harus penalty segala, atau menangnya kontroversial, tapi Brazil pasti bisa ngalahin Belanda. Kalaupun Belanda jauh lebih bagus dan Brazil mainnya mengecewakan, pihak-pihak yang terlibat nggak mungkin biarin Brazil sebagai tuan rumah kalah di 16 besar
- Eeehhh...abis lawan Belanda... Brazil harus langsung ngadepin Italy (asumsi Italy udah pasti ngalahin Colombia)! Beraaattt! Dan pastinya sediiih banget ngeliat salah satu dari mereka harus tersingkir... Dua2nya jagoan sayaaahh! Yaah...prediksi sih yang lolos jadi runners-up D antara Italy atau Inggris. Kalau gini kejadiannya, mendingan Inggris yang lolos, karena setiap kali Brazil ketemu Inggris, Brazil selalu juara dunia
- Kalo ternyata Brazil ketemunya sama Italy pun, somehow masih yakin tetep Brazil yang menang. Tapi abis itu harus ketemu Jerman!
- Sementara Spanyol bakal ketemu Uruguay di perempat final --> mantep! seru nih!
- Dan di perempat final lainnya, Argentina ketemu Portugal --> lagi-lagi Ronaldo vs Messi --> keren!
- Semifinal Spanyol vs Argentina --> makin keren
- Finalnya Brazil vs Spanyol, tapi prediksi Brazil lolos ke final ini agak-agak nggak netral sih. Sebenernya nggak yakin Brazil bisa ngelewatin Belanda sama Italy 

So..., what do you think guys?


Doa saya cuma dua:
1.      Semoga Brazil juara! Amin? Amin? Amiiiinnn!!!

2.      Semoga Piala Dunia tahun ini berjalan dengan aman, tertib, dan damai. Amin lagi!