Rabu, 18 Juni 2014

Babak Penyisihan, Group H: Belgium - Algeria, South Korea - Russia

Belgium 2                           –                            1 Algeria
Marouane Fellaini ’70                     Sofiane Feghouli ’25 (p)
Dries Mertens ‘80

Russia 1                              –                            1 South Korea
Alexander Kerzhakov ’74                              Lee Keunho ‘68



Pencetak gol terbanyak sementara:
3
Thomas Muller (Germany)

2
Neymar (Brazil)
Van Persie, Robben (Netherlands)
Karim Benzema (France)

1
Oscar (Brazil)
Peralta (Mexico)
Xabi Alonso (Spain)
De Virjk (Netherlands)
Alexis Sanchez, Valdivia, Beausoujour (Chile)
Tim Cahill (Australia)
Teófilo Gutiérrez, James Rodríguez, Pablo Armero (Colombia)
Edinson Cavani (Uruguay)
Joel Campbell, Óscar Duarte, Marco Ureña (Costa Rica)
Marchisio, Balotelli (Italy)
Sturridge (England)
Keisuke Honda (Japan)
Wilfried Bony, Gervinho (Ivory Coast)
Enner Valencia (Ecuador)
Admir Mehmedi, Haris Seferovic (Switzerland)
Lionel Messi (Argentina)
Ibisevic (Bosnia-Herzegovina)
Matt Hummels (Germany)
Clint Dempsey, John Brook jr (USA)
Andre Ayew (Ghana)
Sofiane Feghouli (Algeria)
Marouane Fellaini, Dries Mertens (Belgium)
Lee Keunho (South Korea)
Alexander Kerzhakov (Russia)


46 gol dicetak 40 pemain dari 25 tim/negara.

Babak Penyisihan, Group G: Germany - Portugal, Ghana - USA

Germany 4                                        –                            0 Portugal
Thomas Muller ’12 (p), ‘45+1, ’78
Mats Hummels ‘32

Anjir! Jelek banget! Portugal dibantai abis-abisan, Pepe katro, dikartumerah. Tapi seru sih ada drama-drama gimana gitu. Aduh maaf ya jadi ngasal banget gini postingannya, udah mulai keteteran.

Ghana 1               –             2 USA
Andre Ayew ‘82                 Clint Dempsey ‘1, John Brooks, jr ‘86



Pencetak gol terbanyak sementara:
3
Thomas Muller (Germany)

2
Neymar (Brazil)
Van Persie, Robben (Netherlands)
Karim Benzema (France)

1
Oscar (Brazil)
Peralta (Mexico)
Xabi Alonso (Spain)
De Virjk (Netherlands)
Alexis Sanchez, Valdivia, Beausoujour (Chile)
Tim Cahill (Australia)
Teófilo Gutiérrez, James Rodríguez, Pablo Armero (Colombia)
Edinson Cavani (Uruguay)
Joel Campbell, Óscar Duarte, Marco Ureña (Costa Rica)
Marchisio, Balotelli (Italy)
Sturridge (England)
Keisuke Honda (Japan)
Wilfried Bony, Gervinho (Ivory Coast)
Enner Valencia (Ecuador)
Admir Mehmedi, Haris Seferovic (Switzerland)
Lionel Messi (Argentina)
Ibisevic (Bosnia-Herzegovina)
Matt Hummels (Germany)
Clint Dempsey, John Brook jr (USA)
Andre Ayew (Ghana)

41 gol dicetak 35 pemain dari 21 tim/negara.

Babak Penyisihan, Group F: Argentina - Bosnia-H, Iran - Nigeria

Argentina 2         –             1 Bosnia Herzegovina
Kolasinac ‘3 (og)               Ibisevic ‘86
Messi ‘65

Baru tiga menit bermain, gol bagi Argentina sudah tercipta akibat bunuh diri yang dilakukan oleh Kolasinac, menyambut tendangan bebas yang dilakukan Lionel Messi.
Meskipun begitu, kegigihan Bosnia Herzegovina sepanjang pertandingan ini sungguh layak mendapat acungan jempol. Argentina, yang bisa dikatakan satu-satunya tim unggulan di Grup F, mendapatkan perlawanan yang sengit dari Bosnia Herzegovina. Walaupun tidak diunggulkan, namun Bosnia Herzegovina cukup bisa mengimbangi permainan Argentina.
Setelah terjadinya gol bunuh diri, pemain Bosnia Herzegovina tampak merapatkan pertahanannya. Bahkan, setiap kali Argentina melakukan serangan, Bosnia Herzegovina menempatkan hampir seluruh pemainnya di barisan belakang. Motor serangan Argentina, Lionel Messi, tampak frustrasi dikawal tiga orang pemain lawan yang selalu mematahkan serangan-serangan yang dilancarkan Argentina.
Bosnia Herzegovina berusaha memanfaatkan serangan-serangan balik, dan sempat terjadi beberapa peluang. Sayangnya, sampai berakhirnya babak pertama, Bosnia Herzegovina belum bisa membalas ketinggalan mereka.
Di babak ke-2, terciptalah gol yang sangat cantik di menit ke-65 oleh Lionel Messi. Dengan kerjasama yang baik sekali, Messi akhirnya bisa menembus pengawalan ketat yang dilakukan pemain Bosnia Herzegovina. Gol itu membuat kedudukan menjadi 2-0 bagi Argentina.
Namun Bosnia Herzegovina tidak menyerah begitu saja. Mereka terus membalas serangan-serangan Argentina, sampai pada akhirnya, gol Ibisevic di menit ke-86 berhasil memperkecil ketinggalan Bosnia Herzegovina.

Iran 0 – 0 Nigeria

Iran vs Nigeria hasilnya seri, nggak ada gol, gue nggak nonton pula. Jadi bingung mau nulis apa.


Pencetak gol terbanyak sementara:
2
Neymar (Brazil)
Van Persie, Robben (Netherlands)
Karim Benzema (France)

1
Oscar (Brazil)
Peralta (Mexico)
Xabi Alonso (Spain)
De Virjk (Netherlands)
Alexis Sanchez, Valdivia, Beausoujour (Chile)
Tim Cahill (Australia)
Teófilo Gutiérrez, James Rodríguez, Pablo Armero (Colombia)
Edinson Cavani (Uruguay)
Joel Campbell, Óscar Duarte, Marco Ureña (Costa Rica)
Marchisio, Balotelli (Italy)
Sturridge (England)
Keisuke Honda (Japan)
Wilfried Bony, Gervinho (Ivory Coast)
Enner Valencia (Ecuador)
Admir Mehmedi, Haris Seferovic (Switzerland)
Lionel Messi (Argentina)
Ibisevic (Bosnia-Herzegovina)


34 gol dicetak 30 pemain dari 18 tim/negara.

Minggu, 15 Juni 2014

Babak Penyisihan, Grup E: Switzerland - Ecuador, France - Honduras

Switzerland 2                     –             1 Ecuador
Admir Mehmedi ’48                        Enner Valencia ‘22
Haris Seferovic ‘90+3


France 3                              –                            0 Honduras
Karim Benzema ’45 (p), ‘72
Noel Valladares ’48 (og)

Walaupun Prancis tampil agresif dan menguasai pertandingan, hampir tidak ada gol yang tercipta di babak pertama. Setelah bermain imbang sampai babak pertama hampir selesai, di akhir babak Karim Benzema sukses mengeksekusi hadiah penalty yang membuat kedudukan menjadi 1 – 0 bagi Prancis. Di babak ke dua, tim asuhan mantan bintang Prancis 1998, Didier Deschamps, bermain lebih agresif lagi. Di menit ke-48, gol bagi Prancis kembali terjadi, kali ini diakibatkan gol bunuh diri yang dilakukan pemain Honduras Noel Valladares. Pada menit ke-72, akhirnya Prancis menambah perolehan gol mereka melalui gol Karim Benzema.


Pencetak gol terbanyak sementara:
2
Neymar (Brazil)
Van Persie, Robben (Netherlands)
Karim Benzema (France)

1
Oscar (Brazil)
Peralta (Mexico)
Xabi Alonso (Spain)
De Virjk (Netherlands)
Alexis Sanchez, Valdivia, Beausoujour (Chile)
Tim Cahill (Australia)
Teófilo Gutiérrez, James Rodríguez, Pablo Armero (Colombia)
Edinson Cavani (Uruguay)
Joel Campbell, Óscar Duarte, Marco Ureña (Costa Rica)
Marchisio, Balotelli (Italy)
Sturridge (England)
Keisuke Honda (Japan)
Wilfried Bony, Gervinho (Ivory Coast)
Enner Valencia (Ecuador)
Admir Mehmedi, Haris Seferovic (Switzerland)


32 gol dicetak 28 pemain dari 16 tim/negara.

Babak Penyisihan, Group C: Colombia - Greece, Ivory Coast - Japan

Colombia 3         –             0 Greece
Pablo Armero ‘5
Teófilo Gutiérrez ‘58
James Rodríguez ‘90+3

Di pertandingan pertama di babak penyisihan Grup C, Colombia sukses melibas Yunani 3 - 0.


Ivory Coast 2                     –             1 Japan
Wilfried Bony ’64              Keisuke Honda ‘16
Gervinho ‘66

Pada babak pertama, Jepang masih mampu mengimbangi permainan Ivory Coast. Bahkan baru 16 menit pertandingan berjalan, Jepang sudah unggul 1 - 0 melalui gol yang dicetak Keisuke Honda. Pertahanan Jepang tampak rapi dan disiplin sepanjang pertandingan. Namun, di babak ke-2, mungkin stamina para pemain Jepang tidak mampu menyaingi stamina pemain-pemain Ivory Coast, dan pertahanan mereka mulai kedodoran. Di menit ke-64 akhirnya Ivory Coast berhasil menyamakan kedudukan menjadi 1-1 melalui gol Wilfried Bony. Hanya berselang dua menit, Ivory Coast malah membalikkan kedudukan menjadi 2-1 melalui gol Gervinho. Skor itu bertahan sampai akhir pertandingan.



Pencetak gol terbanyak sementara:
2
Neymar (Brazil)
Van Persie, Robben (Netherlands)

1
Oscar (Brazil)
Peralta (Mexico)
Xabi Alonso (Spain)
De Virjk (Netherlands)
Alexis Sanchez, Valdivia, Beausoujour (Chile)
Tim Cahill (Australia)
Teófilo Gutiérrez, James Rodríguez, Pablo Armero (Colombia)
Edinson Cavani (Uruguay)
Joel Campbell, Óscar Duarte, Marco Ureña (Costa Rica)
Marchisio, Balotelli (Italy)
Sturridge (England)
Keisuke Honda (Japan)
Wilfried Bony, Gervinho (Ivory Coast)


27 gol dicetak 24 pemain dari 13 tim/negara.

Sabtu, 14 Juni 2014

Babak Penyisihan, Grup D: Uruguay - Costa Rica, Italy - England

Sebel sih, jadi nggak urut gini.. Harusnya kan abis C terus baru D. Tapi yg C belum selesai, masi nanti malem. Nyeseknya, saya kira tadi pagi jam 2 itu masi group C! Ternyata Uruguay - Costa Rica! Papi nggak bangunin siiihh... *nyalahin orang

Uruguay 1 - 3 Costa Rica
Edinson Cavani '24 (p) - Joel Campbell '54, Oscar Duarte '57, Marco Ureña '84

Hasil dari pertandingan ini mungkin cukup mengejutkan bagi banyak orang. Uruguay adalah tim yang cukup diunggulkan, sebagai juara 3 di Piala Dunia 2010 yang lalu. Peringkat FIFA juga jauh di atas Costa Rica, dan pemain-pemainnya juga lebih terkenal. Tapi itu semua memang tidak bisa menjamin hasil pertandingan.
Di babak pertama kedua tim bermain imbang, nyaris tanpa gol. Nyaris. Satu-satunya gol bagi Uruguay terjadi hanya karena penalty di menit ke-24 yang sukses dieksekusi Edinson Cavani.
Jaman di babak ke-2 permainan berubah. Costa Rica jadi sangat menguasai pertandingan. Dimulai dari gol Joel Campbell di menit ke-54, yang disusul gol ke dua dari Óscar Duarte hanya berselang waktu 3 menit dari gol pertama, Costa Rica terus membombardir barisan pertahanan Uruguay yang mulai panik. Terbukti dengan banyaknya kartu yang diterima penain-pemain Uruguay di babak ini. Bahkan, menjelang akhir pertandingan, Pereira mendapat kartu merah, enam menit setelah Marco Ureña memastikan kemenangan Costa Rica 3 - 1 atas Uruguay.


Italy 2 - 1 England
Marchisio '35, Balotelli '50 - Sturridge '37

Pertandingan ke dua di grup neraka ini adalah pertandingan yang sangat ditunggu-tunggu pecinta sepakbola dunia, yaitu Italia berhadapan dengan Inggris.
Kedua tim bermain cukup imbang, dengan permainan yang sama-sama cantik dan bersih. Selama 2/3 babak bermain saling menyerang namun imbang tanpa gol, pada menit ke-35 terjadi gol yang apik sekali dari kaki Marchisio. Pirlo berlari mengalihkan perhatian, sementara Marchisio mencetak gol dengan tendangan mendatar dari jarak...meter, menembus barisan pertahanan Inggris.
Goal itu membuat Italia unggul 1-0. Namun, belum lagi para tifosi selesai merayakan, Inggris langsung menyusul di menit ke-37 melalui gol Strridge yang tidak kalah ciamik.
Babak pertama berakhir imbang 1-1.
Di babak ke-2, Balotelli mencetak gol melalui sundulan di menit ke-50. Itulah gol terakhir yang terjadi di pertandingan ini. Di babak ke-2 ini, para pemain, terutama pemain-pemain Inggris, tampak sudah sangat kelelahan. Mungkin kritik Roy Hodgson atas cuaca panas yang ekstrim ada benarnya.
Pertandingan berakhir dengan kemenangan Italia 2 - 1. Forza Italia!


Pencetak gol terbanyak sementara:

2
Neymar (Brazil)
Van Persie, Robben (Netherlands)

1
Oscar (Brazil)
Peralta (Mexico)
Xabi Alonso (Spain)
De Virjk (Netherlands)
Alexis Sanchez, Valdivia, Beausoujour (Chile)
Tim Cahill (Australia)
Teofilo Gutierrez, James Rodriguez, Pablo Armero (Colombia)
Edinson Cavani (Uruguay)
Joel Campbell, Oscar Duarte, Marco Ureña (Costa Rica)
Marchisio, Balotelli (Italy)
Sturridge (England)

24 gol dicetak 21 pemain dari 11 tim/negara.

Os Estadios da Copa Mondial: part 2


Lanjutan dari pembahasan mengenai 12 stadion tuan rumah Piala Dunia 2014 yang kemaren nih!

1.      Arena da Amazônia, Manaus
Kapasitas: 46,000 orang
Digunakan pada pertandingan:

-        Penyisihan Group D England vs Italy, June 15, 2014
-        Penyisihan Group A Croatia vs Cameroon, June 19, 2014
-        Penyisihan Group G Portugal vs USA, June 23, 2014
-        Penyisihan Group E Switzerland vs Honduras, June 26, 2014



Walaupun stadion ini hanya menyelenggarakan pertandingan-pertandingan babak penyisihan grup, tapi bagi gue ini adalah stadion terbaik dari 12 stadion yang digunakan sepanjang Piala Dunia 2014. Jadi mohon maklum kalo gue juga akan ngebahas agak panjang mengenai stadion yang satu ini.
Terbaik? Kenapa?
Bayangin ya, stadion ini dibangun di Manaus, sebuah kota yang terletak di jantung hutan hujan Amazon! Ya jadi karena itulah dinamakan Arena da Amazônia, bukan karena Dina lapar. *Plis deh Tar!
Sumpah ini lokasinya keren banget! Bahkan tanpa embel-embel Tuan Rumah Piala Dunia pun, Manaus adalah tujuan wisata yang wajib dikunjungi karena keindahannya. Sebenernya Manaus sendiri malah bukan daerah yang identik dengan sepakbola. Tapi karena keindahannya itu tadi lah, FIFA memutuskan Manaus sebagai salah satu kota penyelenggara Piala Dunia 2014.
Kedua, tuh, liat aja. Menurut gue, secara estetika, konsep, dan fungsi, desainnya sendiri memang terbaik, terindah, terunik. Keren banget!
Stadion ini didesain menyerupai sebuah keranjang anyaman, yang merupakan produk lokal yang khas dari Manaus. Desainnya dibuat oleh perusahaan arsitektur Jerman, gmp Architekten. Melihat lokasinya yang berada di tengah Hutan Hujan Amazon, para pendiri stadion sengaja membuat stadion ini menjadi stadion yang ramah lingkungan, yang bisa ikut melestarikan keindahan Hutan Hujan Amazon.
Contoh teknologi ramah lingkungan yang sudah diterapkan di stadion ini adalah system yang bisa menampung dan menyaring air hujan sehingga bisa digunakan untuk kamar mandi, toilet, dan fasilitas-fasilitas pengairan lainnya di stadion.
Berlimpahnya cahaya matahari yang menyinari daerah ini juga dimanfaatkan untuk sumber energi. Selain energi matahari, sebuah layar tanaman juga diciptakan untuk menghasilkan energi penghijauan sekaligus untuk mengatur suhu di stadion.
Stadion ini dibangun di atas lokasi yang dulunya merupakan stadion tua Vivaldão. Stadion tua itu telah dihancurkan pada tahun 2010, dan konstruksi pertama dari yang kini adalah Arena da Amazônia dimulai pada tahun 2011 dan selesai pada Desember 2013, hanya 6 bulan menjelang Piala Dunia 2014. Bahkan pada bulan Februari 2014 sebenarnya stadion masih mengalami rekonstruksi, sehingga sempat diragukan kemampuannya untuk menjadi tuan rumah Piala Dunia 2014. Namun akhirnya pihak pengembang berhasil meyakinkan FIFA dengan diadakannya pertandingan pertama di stadion tersebut pada bulan Maret 2014, yaitu pertandingan Nacional melawan Remo.
Selain stadion sepakbola, Arena da Amazônia juga memiliki sambadrome Manaus, fasilitas atletik, kolam renang, dan fasilitas-fasilitas olahraga lainnya.
Walaupun bukan tempat yang terkenal dengan sepakbola, Manaus adalah kandang bagi banyak klub sepakbola di Amazon. Salah satunya adalah Nacional FC yang terkenal sebagai klub yang paling sering meraih gelar negara bagian. Klub lainnya adalah São Raimundo EC yang sukses dalam penampilannya di Copa do Brasil. Selepas Piala Dunia, Arena da Amazônia akan menjadi kandang dari Nacional, São Raimundo, dan Sul América.
Satu informasi menarik lagi mengenai stadion futuristic nan canggih ini. Pelatih timnas Inggris dikabarkan mengritik lokasi dari stadion, karena menganggap panasnya yang ekstrim akan menyulitkan para pemain. Walikota Manaus kemudian menyatakan bahwa siapapun yang mengritik stadion dan kota itu, tidak akan mendapat sambutan yang ramah di kota itu.
Dan tebak apa! Inggris akan menghadapi pertandingan pertama mereka melawan Italia di stadion Arena da Amazônia ini! Hah! Rasakan!!!

2.      Arena Pernambuco, Recife
Kapasitas: 46,154 orang
Digunakan pada pertandingan:

-        Penyisihan Group C Ivory Coast vs Japan, June 15, 2014
-        Penyisihan Group D Costa Rica vs Italy, June 21, 2014
-        Penyisihan Group A Croatia vs Mexico, June 24, 2014
-        Penyisihan Group G Germany vs USA, June 27, 2014
-        Babak 16 besar Juara Group D vs Runners-up Group C, June 30, 2014



Itaipava Arena Pernambuco merupakan sebuah stadion sepak bola yang terletak di São Lourenço da Mata, Brasil. Memiliki kapasitas 46.154 kursi. Dipakai untuk pertandingan sepak bola dan digunakan sebagai tuan rumah pertandingan selama Piala Dunia 2014.
Stadion ini merupakan markas klub Náutico.

3.      Estadio Beira-Rio, Porto Alegre
Kapasitas: 56,000 orang
Digunakan pada pertandingan:

-        Penyisihan Group E France vs Honduras, June 16, 2014
-        Penyisihan Group B Netherlands vs Australia, June 19, 2014
-        Penyisihan Group H Algeria vs South Korea, June 23, 2014
-        Penyisihan Group F Argentina vs Nigeria, June 26, 2014
-        Babak 16 besar Juara Group G vs Runners-up Group H, July 1, 2014



4.      Arena Fonte Nova, Salvador
Kapasitas: 55,000 orang
Digunakan pada pertandingan:

-        Penyisihan Group B Spain vs Netherlands, June 14, 2014
-        Penyisihan Group G Germany vs Portugal, June 17, 2014
-        Penyisihan Group E Switzerland vs France, June 21, 2014
-        Penyisihan Group F Bosnia-Herzegovina vs Iran, June 26, 2014
-        Babak 16 besar Juara Group H vs Runners-up Group G, July 2, 2014
-        Babak perempat final antara pemenang Juara B vs RU A dengan pemenang Juara D vs RU C, July 5, 2014



Kompleks Olahraga dan Budaya Octávio Mangabeira (nama resmi bahasa Portugis: Complexo Esportivo Cultural Octávio Mangabeira) atau Itaipava Arena Fonte Nova (nama karena alasan sponsor), atau yang lebih dikenal dengan Arena Fonte Nova, adalah stadion sepak bola yang terletak di Salvador, Brasil.
Pada awal Januari 2013, pengerjaan stadion ini telah mencapai 90%, menjadikannya sebagai stadion keempat yang tahap pembangunannya paling maju dari dua belas stadion lainnya yang akan menjadi tuan rumah Piala Konfederasi 2013 maupun Piala Dunia 2014. Pada bulan Maret, pengerjaanya telah mencapai 99% dari pekerjaan yang telah selesai. Stadion ini diresmikan pada 5 April 2013, ditandai dengan kehadiran Presiden, Dilma Rousseff. Pertandingan pertama di stadion adalah laga klasik Ba-Vi, yang digelar dua hari kemudian, di mana Vitoria menjadi pemenangnya. Renato Caja, pemain Vitoria, mencatatkan namanya sebagai pencetak gol pertama di stadion tersebut.
Sebelumnya, nama dari stadion ini adalah Stadion Fonte Nova. Untuk pembangunan arena baru, struktur lama tersebut dihancurkan pada 29 Agustus 2010 guna memberi jalan bagi pembangunan Arena Fonte Nova, sebuah proyek yang sudah dikonfirmasi untuk menjadi tuan rumah Piala Dunia 2014.

Selain Piala Dunia 2014, Arena Fonte Nova juga akan menjadi tuan rumah pertandingan Olimpiade Musim Panas 2016. Meskipun kota tuan rumah acara tersebut adalah Rio de Janeiro, namun pertandingan sepak bola pria dan wanita juga akan digelar di empat kota lain, di antaranya adalah Salvador, di mana permainan berlangsung di Arena Fonte Nova, meningkatkan investasi Piala Dunia.